“Panginten wayahna kedah meser (Mau tidak mau harus beli.red),” katanya.
Soal harga perangkat, Uen mencontohkan pengalaman pembelian perangkat yang digunakan dalam tahap awal. Harga perangkat yang dibelinya saat promo itu sekitar Rp1,25 juta plus printnya. Namun, harga perangkat sejenis kini disebut telah kembali naik, bahkan bisa mencapai sekitar Rp2,5 juta per unit.
Kondisi itu menjadi konsekuensi lain ketika kewajiban digitalisasi mulai diterapkan kepada pihak ketiga. Di satu sisi, pemerintah ingin transaksi parkir lebih tertib, transparan dan mudah dipantau. Di sisi lain, pengelola parkir harus siap menanggung biaya perangkat dan menyesuaikan pola kerja.
Baca Juga:Pesta Rakyat Pagi Sampai Malam! Warga MPCR Tasikmalaya Peringati Kemerdekaan dengan Kreatif, Rukun dan GembiraRekayasa Lalu Lintas Kelewat Batas! Penutupan Jalan Dadaha Tasikmalaya Mempersulit Akses Mobilitas Warga
Sebelumnya, digitalisasi parkir di Jalan HZ Mustofa memang sempat menghadapi persoalan ketika pembayaran diarahkan sepenuhnya secara non tunai. Pemerintah kemudian memilih jalan tengah dengan mengakomodasi pembayaran tunai dan non tunai. Kebijakan tersebut dinilai lebih realistis karena tidak semua masyarakat terbiasa melakukan transaksi digital.
Pengalaman tersebut sekaligus memberikan pelajaran bahwa digitalisasi layanan publik tidak cukup hanya bermodalkan aplikasi dan perangkat.
Teknologi bisa dipasang dalam sehari. Mengubah kebiasaan masyarakat dan memastikan sistem berjalan tanpa tersendat, ceritanya lain lagi.
Karena itu, keberhasilan uji coba di HZ Mustofa menjadi penting. Jika sistem mampu membuat transaksi lebih mudah, retribusi lebih terpantau dan jukir semakin terbiasa, maka digitalisasi berpeluang diperluas.
Sebaliknya, jika perangkat hanya menjadi benda pintar yang teronggok di lapangan sementara transaksi tetap kembali ke cara lama, maka digitalisasi tentu hanya berhenti sebagai pajangan teknologi.
Pemerintah kini tinggal membuktikan satu hal: apakah parkir elektronik benar-benar mampu membuat retribusi lebih optimal, atau sekadar membuat cara memungut parkir terlihat lebih modern. (Rezza Rizaldi)
