PPP Kota Tasikmalaya Kembali ke Rumah Besar NU Perkuat Jejaring Kultur, Bidik Kebangkitan Jelang Pemilu 2029

PPP Kota Tasikmalaya menuju Pemilu 2029
Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya, Enjang Bilawini bersama Sekretaris DPC Riko Restu Wijaya saat bersilaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya, Jumat (21/8/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya mulai merajut kembali jejaring politik dan kulturalnya setelah gagal menempatkan kader di DPR RI pada Pemilu 2024.

Langkah itu salah satunya dilakukan dengan menyambangi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya, Jumat (21/8/2026).

Bukan sekadar kunjungan politik, pertemuan tersebut menjadi momentum bagi PPP untuk menegaskan kembali akar ideologisnya dengan Nahdlatul Ulama (NU), sekaligus menatap jalan panjang menuju Pemilu 2029.

Baca Juga:NPL Mendekati Lampu Kuning, Mesin Kredit di Priangan Timur Tetap Tancap GasWali Kota Tasikmalaya Sebut Semua Calon Ketua Kadin Jagoan, Bursa Mukota V Mulai Memanas

Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya, Enjang Bilawini, bersama Sekretaris DPC Riko Restu Wijaya memimpin rombongan silaturahmi.

Mereka didampingi sejumlah pengurus DPC PPP, yakni Wakil Ketua Yanuar Mohammad Rifqi, Jenal Abidin, Fitri Saidah dan Heti Suartika, serta Wakil Sekretaris Irwan Diwan Nur Ridwan.

Dari jajaran PCNU Kota Tasikmalaya, hadir Sekretaris PCNU KH Abun Sulaeman bersama sejumlah tokoh dan pengurus lainnya, di antaranya Ajengan Aan Farhan, Ajengan Aos Mahrus, dan KH Dodo Murtado.

Sekretaris PCNU Kota Tasikmalaya, KH Abun Sulaeman, menyambut hangat kedatangan jajaran PPP. Menurutnya, secara historis PPP bukanlah entitas yang asing bagi NU.

“PPP bagi kami bukan orang lain. Karena PPP lahir dari fusi empat parpol pada tahun 1973, salah satunya Partai Nahdlatul Ulama. Jadi bagi PPP, NU adalah rumah besar bersama dalam mewujudkan Islam rahmatan lil’alamin, membumikan paham Ahlussunah Waljamaah An-Nahdiyah,” kata KH Abun.

Pernyataan itu seolah menjadi pengingat bahwa politik memiliki sejarah panjang yang tidak selalu berhenti pada hitung-hitungan kursi dan suara.

Ada akar sejarah, jaringan sosial, serta hubungan kultural yang kembali coba dirawat PPP menjelang pertarungan politik berikutnya.

Baca Juga:Tiga Balon Berebut Kursi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya, Tahapan Mukota Masuk VerifikasiKawasan Dadaha Tasikmalaya Terus Disorot! Sampah Menumpuk, Bahu Jalan Jadi Parkiran

Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya, Enjang Bilawini menyebut kunjungan ke PCNU sebagai bentuk “kembali ke rumah besar”.

“Secara genetik dan ideologis, kami ini tidak bisa dipisahkan dengan Nahdlatul Ulama yang membidani lahirnya PPP pada tahun 1973 bersama parpol lainnya, Parmusi, Perti dan PSII. Oleh karenanya, NU menjadi ormas Islam yang pertama kami kunjungi,” tuturnya.

Menurut Enjang, silaturahmi tersebut merupakan bagian dari rencana kerja DPC PPP Kota Tasikmalaya untuk membangun kembali kekuatan partai.

0 Komentar