PPP, kata dia, selanjutnya akan melakukan roadshow silaturahmi dengan organisasi masyarakat Islam lainnya, pondok pesantren, hingga para tokoh senior PPP.
Langkah itu sekaligus menjadi upaya mencari kembali “bekal politik” setelah PPP menghadapi ujian berat pada Pemilu 2024 karena gagal menempatkan kadernya di DPR RI.
“Kita berharap keberkahan silaturahmi untuk kebangkitan lagi PPP yang saat ini sedang mendapatkan ujian cukup berat dengan gagalnya menempatkan kadernya di DPR RI pada Pemilu 2024 kemarin,” harapnya.
Baca Juga:NPL Mendekati Lampu Kuning, Mesin Kredit di Priangan Timur Tetap Tancap GasWali Kota Tasikmalaya Sebut Semua Calon Ketua Kadin Jagoan, Bursa Mukota V Mulai Memanas
Enjang menegaskan, PPP ingin membawa semangat Islam rahmatan lil’alamin dengan membumikan ajaran Ahlussunah Waljamaah An-Nahdiyah dalam langkah politiknya.
Sementara itu, Sekretaris DPC PPP Kota Tasikmalaya Riko Restu Wijaya mengaku bersyukur dapat berdialog langsung dengan para tokoh NU.
“Sebagai generasi Z, saya bersyukur bisa mendapatkan petuah dari para tokoh NU hari ini,” tambah Riko.
Riko yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Tasikmalaya itu menyatakan siap bersama jajaran pimpinan partai mengarahkan kader agar menjalankan paham Ahlussunah Waljamaah An-Nahdiyah dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebagai tindak lanjut, PPP Kota Tasikmalaya akan menugaskan pimpinan ranting untuk mengikuti pelatihan kaderisasi NU.
“Untuk itu, kami akan menugaskan pimpinan ranting mengikuti pelatihan kaderisasi NU,” jelasnya.
Silaturahmi tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH Dodo Murtado.
Baca Juga:Tiga Balon Berebut Kursi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya, Tahapan Mukota Masuk VerifikasiKawasan Dadaha Tasikmalaya Terus Disorot! Sampah Menumpuk, Bahu Jalan Jadi Parkiran
Doa itu menjadi penutup pertemuan sekaligus menyelipkan harapan politik yang cukup terang: PPP kembali memiliki tempat di parlemen nasional pada Pemilu 2029.
“Mudah-mudahan PPP salah satu parpol yang senafas dan seideologi dengan Nahdlatul Ulama, kembali berjaya. Lolos parliamentary threshold di Pemilu 2029 mendatang,” harap KH Dodo Murtado.
Bagi PPP Kota Tasikmalaya, perjalanan menuju 2029 tentu bukan sekadar soal mengganti kalender politik.
Setelah kehilangan kursi DPR RI pada Pemilu 2024, partai berlambang Ka’bah itu harus membuktikan bahwa silaturahmi tidak berhenti menjadi agenda foto bersama dan jargon politik.
Sebab, pada akhirnya, “kembali ke rumah besar” harus diterjemahkan menjadi kerja politik yang nyata, konsolidasi kader, serta kemampuan mengubah kedekatan historis dengan basis sosial menjadi dukungan politik di bilik suara. (rezza rizaldi)
