TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Masalah kebersihan menjadi salah satu fokus dalam penataan komplek Dadaha, di mana depo sampah yang sebelumnya dianggap mengganggu sudah ditutup. Kendati demikian, sarana kebersihan yang ada malah kurang diperhatikan.
Salah satunya terlihat dari keberadaan tempat sampah di sekitar jalur jogging track, sebuah tong sampah tampak dibiarkan tergeletak ibarat rongsokan. Pasalnya pengunjung pun kesulitan untuk membuang sampah di tong tersebut.
Seorang pedagang kelapa muda di kawasan Dadaha, Asep (47), mengatakan kondisi tong sampah yang tergeletak tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku tidak mengetahui apakah tong tersebut rusak atau memang sengaja dipindahkan dari tempatnya.
Baca Juga:Awal Mula TPP Dipotong: Pernah Ada Skenario 50 Persen dan 10 Persen!Di Balik TPP 20 Persen: Potongan, Pinjaman, atau Siasat Anggaran!
“Saya tidak tahu itu memang rusak atau memang sengaja,” kata Asep.
Menurut dia, keberadaan tempat sampah di sejumlah titik Kompleks Dadaha juga masih terbatas. Bahkan, beberapa tempat sampah yang tersedia kondisinya sudah mengalami kerusakan.
“Saya kira agar tidak membuang sampah sembarangan, tempat sampah memang disediakan,” ujarnya.
Ia berharap fasilitas kebersihan di kawasan tersebut mendapat perhatian dalam penataan Kompleks Dadaha. Menurutnya, keberadaan tempat sampah yang memadai dan tertata akan membantu menjaga kebersihan kawasan yang setiap hari digunakan masyarakat untuk berolahraga dan bersantai.
Hal senada disampaikan pengunjung Kompleks Dadaha, Susi Susilawati (37). Ia menilai tong sampah seharusnya ditempatkan kembali pada lokasi yang telah disediakan, bukan dibiarkan tergeletak di bawah pohon.
“Sayang ini malah dibiarkan tergeletak di bawah pohon,” kata Susi.
Susi juga menyoroti kondisi sejumlah tempat sampah lainnya di kawasan Dadaha. Menurutnya, beberapa fasilitas tersebut sudah tidak layak digunakan karena mengalami kerusakan.
Baca Juga:Uji Coba Lagi, E-Retribusi Parkir Tepi Jalan Kota Tasikmalaya Belum Diterapkan TotalE-Retribusi Parkir Kota Tasikmalaya Diresmikan Tanpa Kesiapan, Jukir di Lapangan Masih Tunggu Arahan
“Ada beberapa lokasi yang memang kondisinya besinya ada, namun tongnya tidak ada, bahkan ada yang rusak,” ujarnya.
Meski demikian, Susi menilai tong sampah yang tergeletak di bawah pohon tersebut sebenarnya masih dapat dimanfaatkan. Terlebih, apabila dilakukan perbaikan ringan dan pengecatan ulang, fasilitas tersebut dinilai masih cukup layak untuk digunakan.
“Menurut saya itu masih bisa digunakan. Sayang sekali dibiarkan begitu saja,” katanya.
