GARUT, RADARTASIK.ID – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Banjarwangi Singajaya Peundeuy mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut, Kamis 20 Agustus 2026.
Mereka mempertanyakan perbaikan jalan yang belum terealisasi sampai saat ini.
Sebelum masuk dan berdialog dengan Bupati Garut Abdusy Syakur dan anggota DPRD Kabupaten Garut, massa terlebih dahulu melakukan orasi di depan gedung DPRD Kabupaten Garut.
Setelah selesai orasi, 50 perwakilan dari massa aksi diperbolehkan memasuki ruang paripurna untuk melakukan diskusi dengan bupati serta anggota DPRD Kabupaten Garut.
Baca Juga:Dorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan ProvinsiKawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan Sementara
Perwakilan dari tiga kecamatan yakni Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy silih berganti memberikan tanggapan dan masukan terkait kondisi jalan di wilayahnya.
Diskusi dan audiensi berjalan alot. Beberapa kali terjadi adu argumen antara masyarakat dan bupati serta DPRD Kabupaten Garut.
Koordinator aksi Alan menyampaikan beberapa tuntutan yang dibawa masyarakat Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy.
Beberapa tuntutan yang disebutkan diantaranya menolak draf Perubahan KUA-PPAS 2026/2027 yang tidak memprioritaskan perbaikan jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy, mengingat kondisi jalan rusak berat dan sudah 11 tahun diabaikan oleh APBD.
Kemudian menuntut revisi KUA-PPAS 2026 dan 2027 dengan memasukkan perbaikan ruas jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy serta merealokasi anggaran terkait.
Selanjutnya meminta keadilan alokasi anggaran dari ruas 98 APBD dan menuntut keberpihakan untuk Dapil 5, dan menolak klaim keberpihakan melalui program IJD 6,5.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Garut menyepakati alokasi anggaran penanganan jangka pendek sebesar Rp2,5 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2026 untuk memperbaiki kerusakan di ruas jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy.
Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanSiap-Siap! Bakal Ada Mudik Gratis di Garut, Segini Kuota yang Tersedia
Bupati Garut mengungkapkan bahwa audiensi berlangsung cukup alot dan hangat dalam menyerap keluhan warga mengenai jalur penghubung Garut Selatan tersebut yang mengalami kerusakan parah.
“Hari ini kami bertemu dengan perwakilan masyarakat dari Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy,” ucapnya, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pada akhirnya pihaknya bersama DPRD bersepakat untuk melakukan perbaikan. “Ujungnya kami bersepakat bahwa untuk jangka pendek, kita bantu selesaikan agar jalan lebih layak dilewati dan meminimalisir risiko kecelakaan,” katanya.
