Di Balik TPP 20 Persen: Potongan, Pinjaman, atau Siasat Anggaran!

Potongan TpP asn kota tasikmalaya
Ilustrasi AI/ChatGPT
0 Komentar

Dan apakah pengembalian itu menjadi kewajiban anggaran tahun berikutnya?Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih penting daripada sekadar apakah namanya potongan 20 persen atau pinjaman 20 persen.

Ada filosofi sederhana dalam mengelola uang publik: Jangan hanya membuat angka terlihat kecil. Buat juga kewajibannya terlihat jelas.

Kalau memang dipotong, katakan dipotong.Kalau ditunda, katakan ditunda. Kalau dipinjam, katakan dipinjam. Sebab masyarakat dan ASN bukan hanya membutuhkan angka.

Baca Juga:Uji Coba Lagi, E-Retribusi Parkir Tepi Jalan Kota Tasikmalaya Belum Diterapkan TotalE-Retribusi Parkir Kota Tasikmalaya Diresmikan Tanpa Kesiapan, Jukir di Lapangan Masih Tunggu Arahan

Mereka membutuhkan kepastian. Jangan sampai hari ini disebut “penyesuaian”.Besok disebut “efisiensi”. Lusa disebut “pinjaman”.

Tahun depan ketika ditagih, berubah lagi menjadi “tergantung kemampuan keuangan daerah”. Itu bukan lagi soal istilah.

Itu soal kepercayaan. Dan dalam pemerintahan, kepercayaan adalah anggaran yang paling mahal. Sebab kalau kepercayaan sudah habis, tidak ada TAPD yang bisa menganggarkannya kembali. (red)

0 Komentar