TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya menggelar seminar dan workshop untuk memperkuat kompetensi pedagogik guru Sekolah Dasar (SD) berbasis budaya dan media digital.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut mengusung tema “Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar Berbasis Budaya Melalui Media Digital”. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Cordela Tasikmalaya, Selasa-Rabu, 22-23 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi yang mewajibkan dosen melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, selain pengajaran dan penelitian.
Baca Juga:Soal Kasus Siswa SMAN 3 Tasikmalaya, Gubernur Jabar Minta Kepsek Jangan Ragu BertindakDugaan Bullying Siswa SMA di Kota Tasikmalaya, Sekolah Ungkap Awal Mula Perkara
Seminar dan workshop diikuti guru SD dari KKG Mang Koko Kecamatan Indihiang, KKG Kecamatan Sukaratu, guru SD mitra UPI Kampus Tasikmalaya, serta mahasiswa Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang disampaikan Prof. Dr. Vismaia S Damaianti, M.Pd., budaya lokal sebagai isi pedagogik oleh Prof. Dr. Yeti Mulyati, M.Pd., serta media digital sebagai media pembelajaran oleh Prof. Dr. Isah Cahyani, M.Pd.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi mengenai integrasi etnoliterasi sains dan nilai keagamaan yang disampaikan Anggi Maulana Rizqi, Dipl. Lc. MA. M.Pd., serta monograf sebagai publikasi ilmiah oleh Dr. Dian Indihadi, M.Pd.
Setelah sesi presentasi, para guru diberikan tugas untuk melakukan refleksi dan merancang program pedagogik berbasis budaya lokal melalui media digital. Program tersebut diharapkan dapat dikembangkan dan diterapkan di sekolah dasar sekaligus menjadi bagian dari penelitian sebagai dasar penulisan monograf.
Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Prodi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya dalam pengelolaan pelaksanaan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penutupan kegiatan.
Para peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Mereka menilai penguatan kompetensi pedagogik berbasis budaya dan media digital relevan dengan tuntutan pembelajaran di lapangan.
Peserta juga menilai pengembangan kompetensi guru SD menjadi tantangan dalam implementasinya, terutama dalam menyesuaikan pembelajaran dengan tuntutan perubahan saat ini.
Baca Juga:Budaya Jadi Jalan UMKM Naik Kelas, IFG dan Jamkrindo Perkuat Akses PembiayaanKPU-Bawaslu Akui Tak Verifikasi Langsung Syarat Pendidikan Gibran saat Nyalon Wapres
Selain itu, kemitraan antara guru SD dan dosen perguruan tinggi, khususnya PGSD UPI, dinilai perlu dilanjutkan dan diperluas dari sisi konteks maupun konten.
