TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 324 orang bersaing mendapatkan kesempatan mengikuti program pelatihan kerja Batch 4 Tahun 2026 yang diselenggarakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tasikmalaya. Dari jumlah tersebut, hanya 80 peserta yang akan dinyatakan lolos seleksi.
Seleksi kini memasuki tahap wawancara yang digelar di Aula Serbaguna Balai Latihan Kerja Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (18/8/2026). Sebelumnya, seluruh calon peserta wajib mengikuti assessment siap latih melalui aplikasi Siap Kerja secara daring.
Kepala UPTD BLK Kabupaten Tasikmalaya, Dede Gunawan, mengatakan, program pelatihan Batch 4 Tahun 2026 membuka lima kejuruan.
Baca Juga:Road To Semarak Kemerdekaan Siliwangi 2026 Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RIPenertiban 1.000 Tambang Ilegal Harus Jadi Momentum Evaluasi Kinerja TNI-Polri
“Masing-masing kejuruan memiliki kuota 16 peserta, sehingga total peserta yang akan diterima sebanyak 80 orang,” ujarnya.
Kelima kejuruan yang dibuka yakni finishing kayu teknik semprot, pembuatan roti dan kue, teknisi pemeliharaan sepeda motor, menjahit pakaian wanita dewasa, serta peracikan minuman kopi.
Dengan jumlah pendaftar mencapai 324 orang dan kuota hanya 80 peserta, persaingan berlangsung cukup ketat. Artinya, sebanyak 244 pendaftar tidak akan terpilih untuk mengikuti pelatihan pada batch tersebut.
Dede menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara bertahap. Calon peserta terlebih dahulu harus menyelesaikan assessment siap latih melalui aplikasi Siap Kerja sebelum mengikuti wawancara.
“Pertama calon peserta mengisi assessment siap latih di aplikasi Siap Kerja secara online. Setelah mengisi assessment, calon peserta baru mengikuti tes wawancara,” katanya.
Ia menegaskan, assessment menjadi persyaratan penting dalam tahapan seleksi. Calon peserta yang tidak mengisi assessment tidak diperbolehkan melanjutkan ke tahap wawancara.
“Kalau tidak mengisi assessment siap latih, kata dia, calon peserta tidak berhak mengikuti tes wawancara,” bebernya.
Baca Juga:DEEP Indonesia: Pernyataan Presiden soal Tambang Ilegal Harus Jadi Momentum Evaluasi TNI-PolriKepala Dinas PMD Baru Dilantik, Bupati Tasikmalaya Minta Pembangunan Desa Berbasis Potensi Lokal
Penilaian asesmen dan wawancara dilakukan dengan mekanisme berbeda. Assessment yang dikerjakan secara daring menghasilkan nilai secara langsung melalui sistem aplikasi. Sementara penilaian wawancara dan proses seleksi secara langsung menjadi kewenangan instruktur pada masing-masing kejuruan.
“Kalau yang offline, penilaiannya dilakukan oleh instruktur kejuruan masing-masing,” jelasnya.
Menurut Dede, mekanisme seleksi tersebut diterapkan untuk memastikan peserta yang diterima tidak hanya memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga memiliki kesiapan mengikuti pelatihan sesuai bidang keterampilan yang dipilih.
