Tak Sekadar Kembali Sekolah, Penanganan ATS Ciamis Didorong Berbasis Potensi Wilayah

Ats ciamis
Pertemuan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Ciamis, Mochamad Isa Nuralamsyah (kiri, ketiga), dengan Kapolres Ciamis, AKBP Eko Iskandar SH SIK MSi (tengah), di Mapolres Ciamis, Sabtu (15/8/2026). (Istimewa)
0 Komentar

Kapolres Ciamis, AKBP Eko Iskandar SH SIK MSi menyambut baik gerakan yang dilaksanakan Pemuda Muhammadiyah. Ia menyatakan kesiapan Polres Ciamis mendukung penanganan ATS dengan mendorong keterlibatan jajaran kepolisian yang memiliki jangkauan hingga tingkat desa.

“Polres Ciamis siap mendukung gerakan penanganan anak tidak sekolah yang dilaksanakan Pemuda Muhammadiyah. Kami akan menginstruksikan para kapolsek dan Bhabinkamtibmas untuk membantu koordinasi, pemetaan kondisi di lapangan, serta pendekatan kepada masyarakat sesuai tugas dan kewenangan kepolisian,” ujar Eko Iskandar.

Menurutnya, masa depan anak merupakan tanggung jawab bersama. Persoalan ATS tidak dapat diserahkan kepada satu lembaga saja, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

Baca Juga:DEEP Indonesia: Pernyataan Presiden soal Tambang Ilegal Harus Jadi Momentum Evaluasi TNI-PolriKepala Dinas PMD Baru Dilantik, Bupati Tasikmalaya Minta Pembangunan Desa Berbasis Potensi Lokal

“Persoalan anak tidak sekolah membutuhkan kerja bersama. Kita harus hadir untuk membantu agar anak-anak tersebut memperoleh kembali akses pendidikan, pendampingan, dan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Keterlibatan kepolisian tidak dimaksudkan untuk mengambil alih fungsi lembaga pendidikan. Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan di tingkat lapangan, terutama dalam menjangkau keluarga, membangun kepercayaan masyarakat, serta menghubungkan anak dengan pihak yang berwenang memberikan layanan pendidikan maupun perlindungan sosial.

Jaringan kapolsek dan Bhabinkamtibmas dinilai strategis karena mereka memahami karakter masyarakat serta dinamika sosial di wilayah tugas masing-masing. Peran tersebut dapat membantu menjembatani program tingkat kabupaten dengan kondisi riil yang dihadapi anak dan keluarga di tingkat desa.

Persoalan ATS sendiri tidak berdiri sendiri. Anak dapat terputus dari pendidikan karena tekanan ekonomi, persoalan keluarga, kendala administrasi kependudukan, keterbatasan akses, pernikahan usia anak, lingkungan pergaulan, kebutuhan bekerja, maupun rendahnya motivasi untuk kembali belajar.

Kompleksitas tersebut membuat setiap anak membutuhkan diagnosis dan bentuk intervensi yang berbeda. Karena itu, penanganan harus dilakukan berdasarkan kondisi faktual di lapangan, bukan dengan pendekatan yang seragam.

PIC Penanganan ATS Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Ciamis, Derry Ridwan Maoshul, menyambut positif komitmen Polres Ciamis. Menurutnya, keterlibatan kepolisian akan memperluas jangkauan sekaligus memperkuat efektivitas pemetaan, verifikasi, edukasi, dan pendampingan di tingkat lokal.

“Kami menyambut baik kesiapan Polres Ciamis untuk berkolaborasi. Dukungan kapolsek dan Bhabinkamtibmas akan sangat berarti karena mereka memahami kondisi sosial masyarakat dan memiliki jangkauan hingga tingkat desa,” ungkap Derry.

0 Komentar