Pertumbuhan ekonomi juga meningkat dari 4,64 persen pada 2024 menjadi 5,31 persen pada 2025. Sementara persentase penduduk miskin turun dari 10,23 persen menjadi 10,15 persen.
“Capaian tersebut tentu merupakan hasil kerja bersama, sekaligus menjadi bukti bahwa dengan kebersamaan, kerja keras, dan kolaborasi, pembangunan dapat terus bergerak maju. Namun demikian, kita menyadari bahwa perjalanan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur masih panjang,” kata Cecep.
Karena itu, Pemkab Tasikmalaya terus mempercepat pembangunan melalui 13 program prioritas gerak cepat sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat.
Baca Juga:DEEP Indonesia: Pernyataan Presiden soal Tambang Ilegal Harus Jadi Momentum Evaluasi TNI-PolriKepala Dinas PMD Baru Dilantik, Bupati Tasikmalaya Minta Pembangunan Desa Berbasis Potensi Lokal
Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah mempercepat penanganan dan rekonstruksi sejumlah ruas jalan. Di antaranya ruas Cibalong–Derah, Papayan–Cikalong, Cayur/Neglasari–Tawang, serta 32 ruas jalan lainnya dengan total penanganan mencapai 100 kilometer.
“Kita terus melakukan percepatan melalui penanganan dan rekonstruksi berbagai ruas jalan, termasuk ruas Cibalong–Derah, Papayan–Cikalong, Cayur/Neglasari–Tawang, serta 32 ruas jalan lainnya dengan total penanganan yang mencapai seratus kilometer,” paparnya.
Sementara di bidang pendidikan, Pemkab Tasikmalaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui sejumlah program strategis, seperti satu desa satu sarjana, revitalisasi sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, serta persiapan pembangunan sekolah rakyat dan sekolah nasional terintegrasi.
“Insyaallah, pada bulan September mendatang, pembangunan tersebut akan ditandai dengan pelaksanaan groundbreaking sebagai langkah nyata dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” jelas dia.
Di bidang kesehatan, pemerintah daerah mempersiapkan pembangunan rumah sakit baru di wilayah Cipatujah dan Ciawi untuk memperluas akses sekaligus pemerataan pelayanan kesehatan.
Pemkab Tasikmalaya juga mendorong transformasi pelayanan publik melalui pemerintahan berbasis digital.
“Kita juga terus mendorong pemerintahan berbasis digital melalui optimalisasi command center dan pengoperasian mall pelayanan publik digital nasional yang menjadi pilot project versi 2 di Jawa Barat,” ulasnya.
Baca Juga:Konflik Eks HGU Wiria Cakra, SPP Cineam Tasikmalaya Minta Aparat Fokus Usut Dugaan Mafia TanahKades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus Diperhitungkan
Di bidang keagamaan, pemerintah memperkuat program Santri Maju Santri Mampu serta Tasik Iman Tasik Aman. Menurut Cecep, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan fisik, tetapi juga membutuhkan kekuatan iman, akhlak, dan ketenteraman sosial.
