Tim Dosen UPI Dampingi Ibu-Ibu KWT di Sukajadi Ciamis Sulap Hasil Aquaponik Jadi Keripik Bayam dan Dimsum Lele

Aquaponik Ciamis
Tim dosen UPI berfoto bersama ibu-ibu KWT di Sikajadi Ciamis. (Ist)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK. ID— Kelompok Wanita Tani (KWT) GIAT Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, mengembangkan hasil budidaya aquaponik menjadi produk pangan bernilai jual. Bayam diolah menjadi keripik, sementara ikan lele dikembangkan menjadi dimsum lele.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dibiayai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan tim dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang diketuai Ika Fitri Apriani, bersama Rangga Gelar Guntara, Nugraha Adhi Pratama, dan Farhan Ilham Wira Rohmat.

Baca Juga:STMIK DCI Dorong UMKM Sadulur Tasikmalaya Naik Kelas lewat AI dan Meta AdsSulalatul Huda, Warisan  Terbesar dari Sang Kiai!

Program ini diarahkan untuk membantu KWT memanfaatkan lahan rumah tangga melalui sistem aquaponik sekaligus meningkatkan kemampuan anggota dalam mengolah hasil panen menjadi produk pangan yang memiliki potensi pemasaran.

Aquaponik diperkenalkan sebagai alternatif budidaya untuk menjawab keterbatasan lahan, kebutuhan pangan keluarga, serta kebutuhan sumber protein hewani dan sayuran. Melalui satu sistem, masyarakat dapat membudidayakan ikan sekaligus menanam sayuran sehingga lahan terbatas tetap produktif.

Program tersebut tidak hanya mengajarkan cara memelihara ikan dan menanam sayuran. Tim UPI juga mendorong anggota KWT mengolah hasil aquaponik menjadi produk dengan nilai tambah.

Bayam yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai sayuran keluarga kini diolah menjadi keripik bayam. Dalam praktiknya, ibu-ibu KWT terlibat langsung mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, menggoreng, meniriskan, hingga mengemas produk.

Pelatihan berlangsung secara sederhana dan partisipatif. Para peserta bersama-sama mempraktikkan proses produksi sekaligus berdiskusi mengenai rasa, tekstur, bentuk, dan peluang pengemasan produk.

Selain bayam, ikan lele hasil budidaya aquaponik juga dikembangkan menjadi dimsum lele. Produk ini menjadi alternatif pengolahan lele agar tidak hanya dijual atau dikonsumsi sebagai lauk rumah tangga.

Pengolahan tersebut dinilai dapat memperpanjang rantai nilai hasil budidaya. Lele yang sebelumnya dijual sebagai ikan segar dapat diolah menjadi produk pangan siap masak atau siap konsumsi. Sementara bayam yang memiliki masa simpan relatif terbatas dapat diolah menjadi camilan dengan masa simpan lebih panjang.

Baca Juga:Tim Smart Posyandu UPI Dampingi Warga Cigedug Cegah Stunting dan Tingkatkan Literasi AnakTim Dosen Unsil Dorong UMKM Singaparna Melek Keuangan Digital Syariah

Melalui pengembangan produk tersebut, aquaponik tidak hanya dimanfaatkan sebagai sistem produksi ikan dan sayuran, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan nilai ekonomi hasil panen sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. (rls)

0 Komentar