Tim Smart Posyandu UPI Dampingi Warga Cigedug Cegah Stunting dan Tingkatkan Literasi Anak

Smart Posyandu UPI
Tim Smart Posyandu UPI berfoto bersama usai melaksanakan kegiatan di Desa Cigedug, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. (IST)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Tim Pengabdian Smart Posyandu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang diketuai Rifqy Muhammd Hamzah, M.Pd., bersama Dr. Ika Fitri Apriani, M.Pd., Dwi Alia, M.Pd., Nita Anggi Purnama, M.Pd., serta mahasiswa Resi Rahmawati, Rifa Nurina, Riyani, Eka Nurwati, dan Zaky, mendapat pendanaan hibah BIMA Kemendiktisaintek Tahun 2026 melalui program bertajuk “Smart Posyandu: Pemberdayaan Posyandu dalam Pencegahan Stunting, Parenting, dan Meningkatkan Home Literacy Anak Berorientasi ESD di Desa Cigedug, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut”.

Implementasi program dilakukan melalui pendampingan di Posyandu Barukai 1, Desa Cigedug. Kegiatan menyasar kader posyandu, ibu hamil, orang tua balita, dan balita. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas dan kesehatan anak.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan home literacy yang difasilitasi Dwi Alia, M.Pd. Peserta mendapat pemahaman tentang peran keluarga dalam membangun kebiasaan membaca dan menulis anak di rumah.

Baca Juga:Tim Dosen Unsil Dorong UMKM Singaparna Melek Keuangan Digital SyariahPrabowo, KDM (part 7): Penerjemah Program Presiden!

Orang tua dikenalkan dengan sejumlah cara sederhana, seperti membacakan cerita sejak masa kehamilan, membacakan buku sebelum tidur, mengenalkan huruf melalui permainan, serta membuat sudut baca di rumah. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat baca anak sejak dini sekaligus memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Tim juga menggelar praktik pembuatan makanan pendamping ASI (MPASI) bersama kader posyandu yang difasilitasi Nita Anggi Purnama, M.Pd. Kegiatan ini memberikan pengetahuan mengenai penyusunan menu sehat sekaligus mengajak peserta mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan pendamping yang bergizi.

Para kader menghasilkan sejumlah variasi MPASI sederhana dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Kegiatan berlangsung interaktif. Peserta mengikuti diskusi, berbagi pengalaman, dan praktik langsung. Dalam sesi literasi, orang tua mencoba metode belajar berbasis permainan dan mempraktikkan cara mendampingi anak belajar di rumah. Sementara dalam sesi MPASI, kader posyandu dan orang tua balita berlatih mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi sesuai kebutuhan anak.

Balita yang hadir juga mengikuti kegiatan membaca cerita bergambar dan permainan edukatif. Interaksi antara orang tua, anak, kader, dan fasilitator membuat kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar bersama yang menyenangkan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.

0 Komentar