TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) dosen Universitas Siliwangi (Unsil) menggelar pelatihan SIKUDIGI (Penguatan Literasi Keuangan Digital Syariah bagi Pelaku UMKM) di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penerapan Iptek Berbasis Masyarakat (PPIBM) Unsil yang melibatkan tim dosen, mahasiswa, dan Koperasi Syariah Bakti Sejahtera Jaya (Kopsyah Baraya).
Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengelola keuangan serta memanfaatkan teknologi digital sesuai prinsip syariah.
Tim pengabdian terdiri atas Shinta Rosiana SPd MPd sebagai ketua, bersama Ai Siti Nurjamilah MPd, Dr Budi Riswandi MPd, Dr Adita Widara Putra MPd, Novi Mela Yuliani, MSE, serta mahasiswa Dian Yuliani dan Rahajeng Selvina Adriyanti.
Baca Juga:Prabowo, KDM (part 7): Penerjemah Program Presiden!Tim Pengabdian Dosen Unsil Tasikmalaya Digitalisasi Pelaporan Kesehatan di Puskesmas Kahuripan
Puluhan pelaku UMKM mengikuti pelatihan dengan metode penyampaian materi, praktik, diskusi, dan pendampingan. Materi yang diberikan meliputi literasi digital, pengelolaan keuangan usaha berbasis digital, pemanfaatan aplikasi pembayaran digital, serta keamanan digital dalam aktivitas bisnis. Materi disampaikan tim pengabdian bersama salah satu mahasiswa Jurusan Akuntansi Unsil, Dniel Marpaung.
Peserta juga mendapat pemahaman mengenai prinsip literasi keuangan digital syariah agar pengelolaan usaha dapat dilakukan secara profesional sekaligus sesuai nilai-nilai syariah.
Ketua tim pengabdian, Shinta Rosiana SPd MPd, mengatakan kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi kebutuhan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing.
“Literasi digital bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui kegiatan SIKUDIGI ini kami berharap para pelaku UMKM mampu mengelola keuangan usahanya secara lebih profesional, memanfaatkan layanan keuangan digital dengan bijak, serta menerapkan digitalisasi secara berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing usahanya,” ujarnya.
Dalam pendampingan, peserta dibimbing menggunakan aplikasi pengelolaan keuangan digital, memahami sistem pembayaran digital, serta berkonsultasi mengenai kendala pengembangan usaha. Pendampingan juga diarahkan agar pelaku UMKM lebih tertib memisahkan keuangan pribadi dan usaha serta mencatat transaksi secara sistematis.
Salah seorang peserta, Reni, pelaku UMKM di Singaparna, mengatakan pelatihan tersebut memberikan wawasan yang dapat langsung diterapkan. Sebelumnya, pencatatan keuangan usahanya masih dilakukan secara sederhana dan kerap tercampur dengan kebutuhan pribadi.
