TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Desa Sukawangun, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, berhasil masuk 10 besar Desa/Kampung Wisata Jawa Barat melalui ajang SWJ-ITDMA 2026.
Capaian tersebut sekaligus mengantarkan Sukawangun menjadi salah satu desa yang akan mewakili Jawa Barat pada ajang Wonderful Indonesia Award 2026.
Kepala Desa Sukawangun, Iman Carliman, menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama masyarakat dalam menggali, mengembangkan, dan mengemas potensi desa menjadi daya tarik wisata.
Baca Juga:Konflik Eks HGU Wiria Cakra, SPP Cineam Tasikmalaya Minta Aparat Fokus Usut Dugaan Mafia TanahKades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus Diperhitungkan
“Ini prestasi bersama. Mari kita dukung dan doakan. Sukawangun untuk Indonesia, Sukawangun mendunia,” ujarnya kepada Radar, Selasa (11/8/2026).
Menurut Iman, salah satu kekuatan utama Desa Sukawangun terletak pada Cagar Budaya Goa Malawang. Destinasi tersebut tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan menyimpan jejak peninggalan prasejarah.
Kompleks Goa Malawang terdiri dari sekitar 13 goa, di antaranya Goa Karaton, Goa Dapur, Goa Kursi dan Goa Gajah. Kawasan destinasi tersebut memiliki luas sekitar lima hektare dengan jalur trekking sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer.
Wisatawan dapat menjelajahi kawasan hutan dengan pepohonan rindang, menyusuri aliran sungai hingga menikmati tebing-tebing alami.
“Kawasan ini juga memiliki nilai sejarah karena disebut menjadi lokasi ditemukannya sejumlah benda peninggalan prasejarah,” katanya.
Iman menyebut, perpaduan wisata alam dan edukasi sejarah menjadi karakter utama Goa Malawang. Pengunjung tidak hanya datang untuk berekreasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan mengenai lingkungan serta sejarah kawasan.
Namun, potensi Desa Sukawangun tidak berhenti pada Goa Malawang. Desa tersebut juga memiliki kekayaan seni dan budaya, salah satunya Reog Helar atau Dog-dog yang disebut telah berkembang di masyarakat sejak empat generasi.
Baca Juga:Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov JabarDeru Mesin Merawat Silaturahmi, Hamida Motor Community Indonesia Persiapkan Touring ke Lampung
Konsep wisata yang dikembangkan juga bersifat interaktif. Wisatawan dapat terlibat langsung memainkan alat musik, menaiki sisingaan, nyinden hingga menari bersama masyarakat. Selain itu, terdapat pula kesenian tradisional calung.
Konsep tersebut, menurut Iman, menjadi bagian dari pengembangan Sukawangun sebagai desa wisata berbasis pengalaman. Wisatawan tidak sekadar menjadi penonton, tetapi berinteraksi langsung dengan masyarakat dan budaya lokal.
Potensi ekonomi masyarakat pun dikemas menjadi bagian dari atraksi wisata. Di antaranya edukasi pembuatan gula aren, kunjungan ke Koperasi Produksi Perkebunan Karet Wangunwatie hingga aktivitas Ngalatih Domba Jawara (Ngadoja).
