Ada pula tradisi Ngurek, yakni aktivitas warga menangkap belut menggunakan alat yang disebut urek. Hasil tangkapan kemudian dapat diolah menjadi makanan untuk dinikmati bersama.
Sukawangun juga menghidupkan kembali berbagai permainan tradisional seperti ngadu kaleci, baren, boy-boyan, gatrik dan oray-orayan.
“Aktivitas tersebut menjadi sarana hiburan sekaligus upaya menjaga permainan tradisional agar tidak hilang,” katanya.
Baca Juga:Konflik Eks HGU Wiria Cakra, SPP Cineam Tasikmalaya Minta Aparat Fokus Usut Dugaan Mafia TanahKades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus Diperhitungkan
Di sektor ekonomi kreatif, masyarakat mengembangkan berbagai produk berbahan bambu dan kayu, lukisan, pakaian muslim, mukena hingga produk kuliner seperti keripik daun kopi, kopi rempah, opak dan oyek.
Pengalaman wisata juga diperkuat melalui tradisi ngaliwet dan botram balakecrakan. Wisatawan diajak menyiapkan sekaligus menikmati makanan bersama dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal.
Berbagai potensi tersebut kemudian dikemas dalam sejumlah paket wisata. Salah satunya “Jejak Purba di Goa Malawang” dengan harga Rp75 ribu. Paket ini mencakup perjalanan menuju Goa Malawang, aktivitas Ngurek, makan siang dan eksplorasi kawasan goa.
Ada pula paket “Jejak Peradaban di Tanah Warisan” dengan harga Rp94 ribu. Paket tersebut menggabungkan edukasi Ngalatih Domba Jawara, kunjungan ke perkebunan karet Wangunwatie, makan siang dan eksplorasi Goa Malawang.
“Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa Sukawangun tidak hanya menjual panorama, tetapi menawarkan wisata edukatif, budaya dan pengalaman kehidupan pedesaan,” bebernya.
Sementara itu, Camat Karangnunggal, Suherman, berharap capaian Sukawangun masuk 10 besar desa wisata Jawa Barat menjadi momentum untuk membuka akses wisata yang lebih luas sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Sektor pariwisata dapat menjadi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, bukan hanya di Desa Sukawangun tetapi juga Kecamatan Karangnunggal secara keseluruhan,” ucapnya.
Baca Juga:Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov JabarDeru Mesin Merawat Silaturahmi, Hamida Motor Community Indonesia Persiapkan Touring ke Lampung
Suherman berharap, Desa Sukawangun yang masuk 10 besar tersebut dapat semakin dikenal dan diakses masyarakat luas sehingga mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan.
Menurutnya, peningkatan kunjungan wisata akan memberikan efek ekonomi yang lebih luas. Ketika Sukawangun semakin dikenal, peluang ekonomi akan terbuka bagi pelaku UMKM, petani, pengrajin, pelaku kuliner hingga masyarakat yang terlibat langsung dalam aktivitas wisata.
“Ketika masuk 10 besar, semua mengetahui dan mengenal. Banyak wisatawan datang, banyak pula pundi-pundi ekonomi tumbuh di Kecamatan Karangnunggal, khususnya di Sukawangun,” katanya.
