Rencana tersebut dikabarkan melibatkan 15 klub permanen dan lima klub yang lolos melalui kualifikasi dengan masa kompetisi minimal 12 tahun.
Jika terealisasi, proyek tersebut berpotensi mengubah struktur sepak bola dunia dan mengurangi peran liga domestik maupun agenda tim nasional.
Di tengah berbagai tekanan tersebut, dukungan Argentina memberi Infantino tambahan kekuatan menjelang pertarungan politik FIFA 2027.
Baca Juga:Lazio Fokus Buru Franjo Ivanovic, Impian Gattuso Rekrut Striker AC Milan PudarPagari Pio Esposito dari Godaan Arsenal dan Manchester United, Inter Pasang Tarif Rp1,7 Triliun
Namun, satu dukungan besar belum otomatis menyelesaikan persoalan. Infantino masih harus menghadapi ketegangan dengan UEFA, kritik FIFPro, kekhawatiran sejumlah konfederasi, serta tuntutan agar tata kelola FIFA lebih transparan.
Dengan demikian, persaingan menuju Kongres FIFA 2027 mulai memperlihatkan garis politik yang semakin jelas dimana Argentina telah memilih berdiri di belakang Infantino.
Kini, perhatian tertuju pada federasi dan konfederasi lain: apakah mereka akan mengikuti langkah Argentina, atau justru mengambil posisi berbeda dalam menentukan masa depan sepak bola dunia.
