Korban Kebakaran Sodonghilir Tasikmalaya Mengungsi, Tagana Dirikan Tenda untuk Posko Bantuan

Kebakaran sodonghilir
Anggota Tagana Kabupaten Tasikmalaya saat membangun tenda dan melayani warga terdampak kebakaran di Posko Tanggap Darurat di Kampung Satron Desa Parumasan Kecamatan Sodonghilir, Jumat (7/8/2026). (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 11 kepala keluarga (KK) atau 34 jiwa yang terdampak kebakaran hebat di Kampung Satron, Desa Parumasan, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, masih mengungsi, Jumat (7/8/2026).

Mayoritas korban mengungsi di rumah kerabat terdekat, sementara dua kepala keluarga lainnya menempati madrasah setempat karena tidak memiliki keluarga yang tinggal di sekitar lokasi.

Untuk mendukung penanganan tanggap darurat, Forum Koordinasi (FK) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya mendirikan dua tenda yang difungsikan sebagai posko penyimpanan bantuan, tempat penyimpanan barang milik korban, sekaligus pusat pelayanan bagi warga terdampak.

Baca Juga:Kades Tanjungbarang Cikatomas Tasikmalaya Dorong Solusi Terbaik Soal Portal, Dampaknya Harus DiperhitungkanPasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Kirim 9 Atlet ke Kejurnas, Bidik Medali Jelang Porprov Jabar

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan seluruh korban untuk sementara masih berada di lokasi pengungsian yang tersebar di rumah keluarga maupun di madrasah Kampung Satron.

“Jadi ada dua KK yang kebetulan jauh dari rumah keluarga dan kerabatnya, terpaksa sementara mengungsi di madrasah di Kampung Satron Desa Parumasan. Untuk 9 KK lainnya mengungsi di rumah saudaranya yang masih di Kampung Satron dan Desa Parumasan,” jelas Jembar.

Menurut Jembar, pendirian dua tenda tersebut merupakan bagian dari penanganan awal agar distribusi bantuan dan pelayanan kepada korban dapat berjalan lebih terkoordinasi.

“Hari ini kami bersama TNI/Polri, BPBD, RPB, pemerintah Kecamatan Sodonghilir, Desa Parumasan akan gotong-royong melakukan pembersihan di area bekas kebakaran rumah warga,” jelas Jembar.

Selain penanganan darurat, FK Tagana juga mulai menyiapkan langkah rehabilitasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Koordinasi telah dilakukan dengan Baznas, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Sosial untuk mengusulkan bantuan rehabilitasi rumah serta kebutuhan dasar para korban.

“Kami sudah laporkan dan tindak lanjuti, dengan membuat surat ke Baznas untuk usulan dana rehabilitasi rumah terdampak kebakaran,” kata Jembar.

Selain itu, Tagana juga mengusulkan bantuan perlengkapan keluarga dan peralatan dapur bagi 11 KK terdampak kepada Kementerian Sosial.

Baca Juga:Deru Mesin Merawat Silaturahmi, Hamida Motor Community Indonesia Persiapkan Touring ke LampungLangkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD Tasikmalaya

“Biasanya kalau rehab rumah ke Baznas itu sebagian di cover Baznas, sebagian ada dana sharing swadaya,” paparnya.

Ke depan, Tagana juga akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR guna menentukan skema rehabilitasi rumah warga, termasuk kemungkinan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

0 Komentar