Mulai Uji Coba, Pengangkutan Sampah di Kota Tasikmalaya Dipantau CCTV

Diskominfo kota tasikmalaya
Plt Kabid Aptika Diskominfo Kota Tasikmalaya Arief R Budiman saat mengikuti simulasi sistem Gaspol untuk pemantauan kepenuhan depo dan operasional armada pengangkut sampah, Selasa (4/8/2026). (Foto: Firgiawan/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pengelolaan sampah di Kota Tasikmalaya dengan memanfaatkan sistem yang terintegrasi dengan teknologi digital kembali dikuatkan. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya merancang sistem pemantauan berbasis kamera CCTV untuk mendeteksi tingkat kepenuhan bak sampah di sejumlah depo.

‎Sistem tersebut dikembangkan melalui Gaspol (Gerakan Analitik Sampah dan Pemantauan Operasional Lapangan). Saat ini, aplikasi tersebut masih dalam tahap simulasi dan uji coba awal yang dilakukan di Depo Sampah Pasar Lama, tepatnya di belakang Blok Mayasari.

‎Plt Kabid Aptika Diskominfo Kota Tasikmalaya, Arief R Budiman, mengatakan sistem itu dirancang untuk membantu pengawasan sekaligus mempercepat respons petugas ketika kondisi bak sampah mulai penuh.

Baca Juga:Dishub Kota Tasikmalaya Edarkan Karcis Parkir Kedaluarsa, Cetakan Tahun 2025 Digunakan di 2026Soal Klaim Kepemilikan Sempadan Pantai di Madasari, Bupati Pangandaran Akan Cek Asal-usul Sertifikat

“Ketika kapasitasnya sudah menyentuh 85 persen, nanti akan muncul notifikasi. Sistem ini bisa mentracking bak-bak sampah yang ada di depo,” ujar Arief saat simulasi aplikasi Gaspol di Kantor Diskominfo, Selasa (4/8/2026).

‎Menurutnya, notifikasi akan terus muncul secara berkala apabila kondisi tersebut belum ditindaklanjuti. Dengan begitu, petugas dapat segera mengetahui lokasi yang membutuhkan pengangkutan dan mencegah sampah semakin menumpuk.

‎Dalam simulasi tersebut, sistem menampilkan notifikasi berupa informasi kondisi bak atau truk sampah yang telah mencapai tingkat kepenuhan 85,2 persen. Sistem kemudian memberikan rekomendasi agar armada segera melakukan pengangkutan.

‎Arief menuturkan, pengembangan Gaspol merupakan bagian dari kolaborasi Diskominfo dalam mendukung pengawasan dan digitalisasi pengelolaan persampahan di Kota Tasikmalaya.

“Kami diminta berkolaborasi membantu dalam pengawasan dan digitalisasi dalam pengelolaan sampah,” katanya.

‎Tak hanya memantau tingkat kepenuhan depo, sistem tersebut juga dirancang untuk melacak aktivitas armada pengangkut sampah. Nantinya, dapat diketahui berapa kali sebuah armada mendatangi depo untuk melakukan pengangkutan.

‎Pemantauan juga akan diperluas hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir. Kamera akan dipasang untuk membantu melacak pergerakan armada yang masuk dan beraktivitas dalam proses pengangkutan sampah.

Baca Juga:Rencana Portal Jalan di Tasikmalaya Selatan Dinilai Tak Adil, Paguyuban Pengusaha Minta Dikaji UlangKurang Bernyali Benahi Parkir, Dishub Kota Tasikmalaya Wajib Tegas dan Transparan

“Di TPA kita akan pasang kamera untuk tracking, supaya bisa menghitung armada. Itu akan terdeteksi dan bisa mendorong pengawasan terhadap armada yang beraktivitas melakukan pengangkutan sampah,” jelasnya.

0 Komentar