Lorong Merah Putih di Tasikmalaya Hidupkan Gotong Royong, Gang Disulap Jadi Simbol Semangat HUT ke-81 RI

Lorong Merah Putih
Warga RW 06 Nagarawangi Kulon Kelurahan Nagarawangi Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya saat membuat Lorong Merah Putih di gang, Senin malam (3/8/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Sebuah gang di kawasan RW 06 Nagarawangi Kulon Kelurahan Nagarawangi Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya berubah wajah menjadi Lorong Merah Putih berhiaskan sepanjang sekitar 25 meter.

Lorong yang biasanya menjadi akses keluar-masuk warga itu kini dipenuhi kibaran bendera Merah Putih yang berhiaskan Payung Geulis sebagai simbol kebersamaan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di tengah kehidupan perkotaan yang perlahan digerus budaya individualisme, warga memilih menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui penataan lorong kampung.

Baca Juga:Kenaikan Retribusi Pasar Diprotes, Pedagang Ancam Mogok Massal dan Kepung Balai Kota TasikmalayaTasik Pintar Bidik Anak Miskin Sejak TK, Viman Siapkan Fondasi Generasi Emas dan Tekan ATS

Bagi mereka, gang yang sehari-hari dilintasi warga tidak sekadar menjadi jalan penghubung, tetapi juga ruang yang merekatkan persaudaraan.

Ketua Pelaksana Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Nagarawangi, Yuda Asmara Alfaripan, mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini sengaja dirancang lebih dinamis dengan mengedepankan esensi pendidikan, kebersamaan, dan penguatan karakter masyarakat.

“Perayaan kemerdekaan tahun ini bukan hanya soal perlombaan. Kami ingin menghadirkan ruang yang mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong, mempererat silaturahmi warga, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan, terutama kepada generasi muda,” ujar Yuda yang juga merupakan aktivis PMII ini, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, pembangunan Lorong Merah Putih yang dimulai sejak Senin (3/8/2026) di gang permukimannya ini bukan semata mempercantik lingkungan.

Lebih dari itu, dekorasi tersebut menjadi media untuk mengajak warga kembali aktif bergotong royong dan menjaga kekompakan yang selama ini menjadi identitas masyarakat Nagarawangi.

Ia menuturkan, Nagarawangi merupakan wilayah strategis di tengah Kota Tasikmalaya yang memiliki sejarah toleransi serta solidaritas warga yang kuat.

Nilai-nilai itu, kata dia, jangan sampai memudar seiring perubahan zaman.

Karena itu, selain mempercantik gang dengan nuansa kemerdekaan, panitia juga menggelar diskusi wawasan kebangsaan, penyadaran hukum, serta berbagai perlombaan yang mengarah pada prestasi, seperti lomba dai, cerdas cermat, dan kreativitas seni bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Baca Juga:Piala Soeratin 2026 Tuntas! Walaupun Gagal Jadi Tuan Rumah Jabar, Wakil Kota Tasikmalaya Siap Berburu PrestasiPemilik Nama Asep Serbu Dadaha! Minta Sekretariat, Pemkot Tasikmalaya Terkendala Status Aset

“Semangat kemerdekaan akan lebih bermakna ketika mampu melahirkan generasi yang berprestasi, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki kepedulian sosial. Jangan sampai merah putih hanya berkibar di lorong kampung, tetapi semangat persatuan justru memudar di hati masyarakat,” terang Yuda.

0 Komentar