TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ratusan pemilik nama Asep dari berbagai penjuru Indonesia memadati Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu-Minggu (1-2/8/2026).
Namun di balik kemeriahan Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia (PAD), terselip persoalan klasik yang belum menemukan jalan keluar, yakni kebutuhan sekretariat organisasi yang masih terganjal status aset pemerintah.
Kota Tasikmalaya dipercaya menjadi tuan rumah peringatan hari jadi ke-16 PAD. Peserta datang dari berbagai daerah seperti Bogor, Cianjur, Bandung hingga Pontianak.
Baca Juga:Pemkot Tasikmalaya Percepat Penataan Kawasan DadahaViman Benahi Dadaha Tasikmalaya Jelang 17 Agustus! Jogging Track Ditertibkan, Penerangan Ditambah
Kegiatan berlangsung selama dua hari itu dengan agenda santunan anak yatim, pameran UMKM, hingga pertunjukan seni budaya serta Jalan Santai.
Ketua DPD PAD Tasik Raya, Asep Budi Tauhid mengatakan penunjukan Kota Tasikmalaya sebagai tuan rumah merupakan amanah langsung Presiden DPP PAD Asep Jaelani.
Menurutnya, peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus mempererat kolaborasi antaranggota.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena dipercaya menjadi tuan rumah Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia. Semoga kebersamaan ini semakin memperkuat organisasi,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, DPD PAD Tasik Raya kini memiliki sekitar 300 anggota dengan latar belakang profesi yang beragam, termasuk aparatur sipil negara (ASN).
Karena itu, pihaknya menyatakan siap bersinergi mendukung berbagai program Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Di sela kegiatan, pengurus PAD juga menyampaikan harapan agar organisasi memiliki sekretariat sebagai pusat aktivitas.
Baca Juga:Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya Dorong Budaya Daur Ulang Sampah, Edukasi Siswa Dimulai dari SekolahKapolres Baru Tasikmalaya Kota Siap Lanjutkan Prestasi, AKBP Andi Tinggalkan Pesan Pintu Selalu Terbuka
Harapan tersebut mendapat respons langsung dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra.
Menurut Diky, pemerintah daerah belum dapat memastikan penyediaan fasilitas tersebut karena masih melakukan inventarisasi aset pascapemekaran wilayah dengan Kabupaten Tasikmalaya.
“Mengenai tempat atau fasilitas, saat ini kami masih menginventarisasi aset daerah karena sebagian masih berkaitan dengan aset pemerintah kabupaten. Mudah-mudahan ke depan bisa ada solusi, tetapi yang terpenting Paguyuban Asep Dunia tetap solid dan kompak,” tuturnya.
Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa urusan aset daerah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya selesai.
Di saat semangat kebersamaan tumbuh, administrasi aset justru masih menjadi simpul yang harus diurai.
Diky mengapresiasi kekompakan para anggota PAD yang datang dari berbagai daerah.
