Ia pun menyambut baik rencana penataan kembali Kompleks Dadaha. Hanya saja, hingga kini masyarakat sekitar masih belum mendapatkan gambaran secara utuh mengenai konsep penataan yang akan diterapkan pemerintah.
”Kami warga sekitar sudah mendengar ada rencana penataan kembali. Tetapi secara konkret seperti apa konsepnya, bagaimana penempatan pedagang dan parkirnya, itu yang belum banyak diketahui masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, warga Kecamatan Cihideung, Nani Nurhayati (46), juga mendukung rencana penataan tersebut. Menurutnya, Dadaha merupakan ruang publik yang banyak dikunjungi masyarakat sehingga kondisi kawasan harus dibuat lebih tertib, bersih dan nyaman.
Baca Juga:Vendor Akui Belum Mampu Fungsikan Karcis Parkir, Jukir di Kota Tasikmalaya Masih Harus DibinaPembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Kota Tasikmalaya Terkendala Aturan Lahan 1.000 Meter
”Kalau memang akan ditata, tentu kami mendukung. Yang penting ada tindak lanjut, sehingga masyarakat bisa merasakan perubahan secara langsung,” katanya.
Nurul berharap penataan dilakukan dengan melibatkan para pedagang dan pihak-pihak yang selama ini beraktivitas di kawasan Dadaha. Dengan begitu, kebijakan yang diambil pemerintah dapat diterima dan tidak menimbulkan persoalan baru.
”Jangan sampai wacananya besar, tetapi pelaksanaannya tidak terlihat,” ujarnya.
Senada, warga Kecamatan Bungursari, Azmi Abdullah (28), menilai penataan diperlukan untuk mengurai persoalan parkir, pedagang hingga penggunaan trotoar. Ia mengaku kerap datang ke Dadaha untuk berolahraga maupun menikmati kuliner.
”Bagus kalau ditata lagi supaya lebih rapi. Saat ini parkir masih belum tertata, pedagang juga semakin banyak yang berjualan di trotoar sehingga jalannya menjadi sempit dan kadang menimbulkan kemacetan,” katanya.
Ia juga berharap area jogging track kembali difungsikan sebagaimana mestinya. Keberadaan pedagang di sekitar jalur olahraga dinilai kerap mengganggu masyarakat yang sedang berolahraga. “Area jogging track juga harus dirapikan karena kadang aktivitas lari jadi terganggu. Saya sangat mendukung kalau kawasan Dadaha ditata agar lebih nyaman,” ucapnya.
Sejurus dengan itu Kepala UPTD Dadaha Dadang Ismail mengatakan proses penataan kawasan telah berjalan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan sumber daya yang dimiliki.
Baca Juga:Aturan Rombel SPMB Bikin Sekolah Swasta Gelisah, Kadisdik Kota Tasikmalaya Dorong Perbaikan KualitasPengemudi Masih Belajar, Mobil Seruduk Motor dan Tabrak Gapura di Indihiang Kota Tasikmalaya
“Alhamdulillah proses pembenahan terus berjalan. Salah satunya depo sampah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat kini mulai ditutup,” tuturnya kepada wartawan, Minggu (2/8/2026).
