Selain persoalan kebersihan, UPTD Dadaha juga mulai mempercantik sejumlah fasilitas yang selama ini tampak kusam. Pengecatan dilakukan secara bertahap, termasuk di lorong depan GOR Sukapura sehingga kawasan terlihat lebih segar.
“Kami melakukan pengecatan sedikit demi sedikit. Cat yang digunakan sebagian berasal dari bantuan atau donasi, sementara tenaga pelaksana memanfaatkan karyawan yang ada,” terang Dadang.
Selain itu, UPTD Dadaha telah memasang lima unit kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis, yakni dua unit di kawasan Jam Gadang, dua unit di depan Stadion Wiradadaha, serta satu unit di lapangan basket outdoor.
Baca Juga:Vendor Akui Belum Mampu Fungsikan Karcis Parkir, Jukir di Kota Tasikmalaya Masih Harus DibinaPembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Kota Tasikmalaya Terkendala Aturan Lahan 1.000 Meter
Sementara itu, penerangan kawasan juga menjadi perhatian. UPTD Dadaha bersama Dinas Perhubungan melakukan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) agar aktivitas masyarakat pada malam hari semakin nyaman.
“Kami juga sedang melakukan maintenance PJU bersama Dishub agar penerangan di kawasan Dadaha semakin optimal,” beber Dadang.
Langkah tersebut menjadi tindak lanjut arahan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan yang memperketat penataan kawasan Dadaha, terutama setiap akhir pekan saat tingkat kunjungan masyarakat meningkat.
Viman mengatakan Dadaha bukan hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga pusat wisata dan aktivitas ekonomi.
Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dinas hingga UPTD diminta memastikan kondisi kawasan tetap bersih, aman, nyaman, dan tertib.
“Karena Dadaha ini setiap Sabtu dan Minggu ramai pengunjung. Ini pusat olahraga, pusat ekonomi, sekaligus pusat wisata. Jadi semua OPD, dinas, dan UPTD harus mengecek kesiapan menghadapi akhir pekan,” tuturnya usai apel kesiapsiagaan di kawasan Dadaha, Sabtu (1/8/2026).
Dengan berbagai persoalan yang ada, penataan Dadaha kini menghadapi tantangan lebih besar. Bukan hanya bagaimana menyusun konsep dan memindahkan aktivitas yang dianggap mengganggu, tetapi juga memastikan hasil penataan dapat dipertahankan secara konsisten dalam jangka panjang (Firgiawan/Rezza Rizaldi)
