Namun, kondisi tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung permanen. Dengan asumsi tidak ada tambahan beban besar pada semester kedua, serta adanya peluang peningkatan kuota produksi batu bara dan pemulihan produksi emas Martabe, kinerja UNTR berpotensi mengalami perbaikan signifikan.
Di tengah tekanan sektor pertambangan, bisnis otomotif dan jasa keuangan Astra justru menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang semester pertama 2026.
Segmen otomotif mencatat laba bersih sebesar Rp 3,5 triliun pada kuartal II 2026, tumbuh 13 persen YoY dan meningkat 50 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Baca Juga:MAPI Cetak Laba Bersih Rp 1,2 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Melampaui EkspektasiSharp Indonesia Perluas Program Sharp Class, Perkuat Pendidikan Vokasi dan Cetak SDM Siap Kerja
Secara total, kontribusi laba bersih segmen otomotif sepanjang semester I 2026 mencapai Rp 5,9 triliun, naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari peningkatan kontribusi perusahaan asosiasi dan joint venture (JV), yang naik sekitar 13 persen YoY menjadi Rp 4,7 triliun.
Salah satu pendorong utama berasal dari peningkatan kinerja PT Astra Daihatsu Motor.
Sementara itu, segmen jasa keuangan juga mencatat tren positif. Pada kuartal II 2026, sektor ini menghasilkan laba bersih sebesar Rp 2,4 triliun, meningkat 7 persen YoY dan naik 5 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Sepanjang semester I 2026, bisnis jasa keuangan Astra membukukan laba bersih sebesar Rp 4,6 triliun, tumbuh 6 persen YoY. Kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan pembiayaan baru yang meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode sebelumnya hingga Juni 2026.
Selain tiga bisnis utama, Astra juga mencatat peningkatan kontribusi dari segmen others atau bisnis lainnya.
Mulai kuartal II 2026, Astra melakukan perubahan format pelaporan dengan mengelompokkan berbagai bisnis di luar sektor utama seperti pertambangan dan alat berat, otomotif, serta jasa keuangan ke dalam kategori tersebut.
Baca Juga:Kinerja Moncer! Indosat Raup Pendapatan Rp 30,7 Triliun dan Genjot Investasi AI CloudPerry Warjiyo Mundur dari BI, Kenapa IHSG Langsung Berubah Arah? Ini Penjelasan Analis
Segmen others mencatat pertumbuhan laba bersih yang cukup tinggi, yakni meningkat 81 persen YoY menjadi Rp 1,4 triliun sepanjang semester I 2026.
Kenaikan tersebut terutama didukung oleh dua faktor utama, yaitu peningkatan kinerja bisnis kelapa sawit (CPO) akibat kenaikan harga jual dan volume penjualan, serta pertumbuhan bisnis properti yang mendapat tambahan kontribusi dari aset pergudangan yang baru diakuisisi.
Selain memperbaiki kinerja operasional, Astra International juga menjalankan strategi korporasi melalui program pembelian kembali saham (buyback).
