JAKARTA, RADARTASIK.ID – PT Sharp Electronics Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Sharp Class. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama SMKN 35 Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di SMKN 35 Jakarta Barat dan dihadiri oleh jajaran manajemen PT Sharp Electronics Indonesia, pihak sekolah, serta perwakilan Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat.
Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara dunia industri dan dunia pendidikan untuk mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Baca Juga:Kinerja Moncer! Indosat Raup Pendapatan Rp 30,7 Triliun dan Genjot Investasi AI CloudPerry Warjiyo Mundur dari BI, Kenapa IHSG Langsung Berubah Arah? Ini Penjelasan Analis
Dalam pelaksanaannya, Sharp Class di SMKN 35 Jakarta Barat diikuti oleh 25 siswa terpilih. Mereka akan menjalani pembelajaran intensif selama tiga bulan yang dipandu langsung oleh tenaga pengajar profesional dari Divisi Customer Satisfaction PT Sharp Electronics Indonesia.
Kurikulum yang diterapkan disusun berdasarkan kebutuhan industri dengan fokus pada bidang Audio Video. Melalui perpaduan teori dan praktik, peserta diharapkan mampu menguasai kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi sekaligus memenuhi kebutuhan pasar kerja.
Selain keterampilan teknis, para peserta juga akan memperoleh pembekalan mengenai budaya kerja industri, kedisiplinan, serta peningkatan kompetensi yang dapat menjadi bekal saat memasuki dunia kerja setelah lulus.
Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia, Lise Tiasanty, menjelaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.
Menurutnya, melalui Sharp Class, perusahaan ingin menghadirkan proses pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri sehingga para siswa memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja.
“Kami berharap kolaborasi bersama SMKN 35 Jakarta dapat melahirkan lulusan-lulusan berkualitas yang siap berkontribusi bagi industri nasional,” ungkap Lise.
Apresiasi terhadap kerja sama tersebut juga disampaikan Kepala SMKN 35 Jakarta, Sopandi. Ia menilai program Sharp Class memberikan kesempatan berharga bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif karena materi disampaikan langsung oleh praktisi industri.
Baca Juga:Badan Gizi Nasional Bekukan 833 SPPG, Ada Temuan Keracunan hingga Dugaan Penyelewengan Dana BTPN Syariah Kirim Sinyal Positif, Laba Naik dan Kredit Bermasalah Turun Drastis
“Kami optimistis program ini akan meningkatkan kompetensi peserta didik sekaligus memperluas peluang mereka untuk terserap di dunia kerja,” terang Sopandi
