31 Juli 2000: Lazio Beli Hernan Crespo Rp220 Miliar, Scudetto Malah Jatuh ke Pangkuan AS Roma 

Hernan Crespo
Hernan Crespo Foto: Tangkapan layar Instagram@hernancrespo
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Tanggal 31 Juli 2000 menjadi salah satu hari paling bersejarah dalam perjalanan Lazio.

Di tengah status sebagai juara bertahan Serie A, Biancocelesti memperkenalkan salah satu striker terbaik dunia saat itu, Hernan Jorge Crespo, sebagai rekrutan termahal mereka.

Kedatangan bomber asal Argentina itu disambut bak pahlawan di pusat latihan Formello.

Baca Juga:Ngeyel Saat Ditegur, Gattuso Usir Pemain Lazio dari Sesi LatihanInter Usir Davide Frattesi dan Kristjan Asllani, Agen Pemain Diminta Segera Carikan Klub Baru 

Para pendukung Lazio menaruh harapan besar agar Crespo mampu mempertahankan dominasi klub ibu kota Italia tersebut setelah sukses meraih gelar Scudetto musim 1999/2000.

Namun, kenyataan berkata lain. Meski Crespo tampil luar biasa dan menjadi top skor Serie A, gelar juara justru direbut rival sekota, AS Roma, yang tampil impresif di bawah asuhan Fabio Capello.

Musim panas tahun 2000 dikenang sebagai salah satu bursa transfer paling spektakuler dalam sejarah sepak bola Italia.

Saat itu, Serie A masih dianggap sebagai liga terbaik di dunia. Meski Timnas Italia baru saja mengalami kekecewaan setelah kalah dari Prancis pada final Euro 2000, klub-klub Italia tetap jor-joran mendatangkan pemain bintang.

Salah satu transfer terbesar datang dari Lazio yang berhasil memboyong Hernan Crespo dari Parma.

Nilai keseluruhan transfer mencapai 110 miliar lire, yang jika dikonversikan ke mata uang saat ini setara sekitar 11 juta euro atau sekitar Rp220 miliar dengan kurs 1 euro = Rp20.000.

Transfer tersebut tidak hanya melibatkan uang tunai, tetapi juga memasukkan dua pemain berkualitas, yakni Matías Almeyda dan Sérgio Conceição, sebagai bagian dari kesepakatan dengan Parma.

Baca Juga:Rafael Leao Diburu Fenerbahce dan Galatasaray, AC Milan Pasang Tarif Rp1 Triliun Jurnalis Italia: Leao Ganggu Rencana Transfer AC Milan 

Saat itu, Crespo memang sedang berada di puncak performanya setelah tampil tajam bersama Parma dan menjadi salah satu penyerang paling ditakuti di Eropa.

Ekspektasi tinggi terhadap Crespo langsung terjawab pada musim pertamanya bersama Lazio.

Striker Timnas Argentina itu tampil sangat produktif dengan mencetak 26 gol di Serie A, sekaligus keluar sebagai Capocannoniere atau top skor Liga Italia musim 2000/2001.

Sayangnya, ketajaman Crespo tidak cukup untuk mempertahankan mahkota juara yang diraih Lazio semusim sebelumnya.

Biancocelesti harus puas melihat rival sekota mereka berpesta setelah AS Roma berhasil mengakhiri musim sebagai kampiun Serie A.

0 Komentar