31 Juli 2000: Lazio Beli Hernan Crespo Rp220 Miliar, Scudetto Malah Jatuh ke Pangkuan AS Roma 

Hernan Crespo
Hernan Crespo Foto: Tangkapan layar Instagram@hernancrespo
0 Komentar

Pada musim berikutnya, performa Crespo mulai menurun. Ia hanya mampu mencetak 13 gol di kompetisi liga sebelum akhirnya dijual ke Inter Milan pada musim panas 2002 dengan nilai transfer sekitar 36 juta euro, atau setara Rp720 miliar.

AS Roma Bangun Tim Juara

Disisi lain, keberhasilan AS Roma merebut Scudetto musim 2000/2001 tidak terjadi secara kebetulan.

Setelah menjalani musim debut yang kurang memuaskan pada 1999/2000, pelatih Fabio Capello mendesak Presiden Franco Sensi untuk memperkuat skuad dengan pemain-pemain kelas dunia.

Baca Juga:Ngeyel Saat Ditegur, Gattuso Usir Pemain Lazio dari Sesi LatihanInter Usir Davide Frattesi dan Kristjan Asllani, Agen Pemain Diminta Segera Carikan Klub Baru 

Permintaan itu dipenuhi melalui kedatangan tiga rekrutan penting, yakni Gabriel Batistuta dari Fiorentina, bek tangguh Walter Samuel, dan gelandang Brasil Emerson.

Ketiganya melengkapi kerangka tim yang sudah dihuni pemain-pemain berkualitas seperti Francesco Totti, Vincenzo Montella, Cafu, Damiano Tommasi, dan Vincent Candela.

Fabio Capello kemudian meramu formasi 3-4-1-2 yang menjadi salah satu sistem permainan paling ikonik dalam sejarah AS Roma.

Walter Samuel bersama Aldair dan Jonathan Zebina menjadi benteng kokoh di lini belakang.

Di sektor sayap, Cafu dan Vincent Candela memberikan keseimbangan antara bertahan dan menyerang.

Lini tengah diperkuat Emerson, Cristiano Zanetti, dan Damiano Tommasi yang bekerja keras menjaga ritme permainan.

Sementara itu, Francesco Totti diberi kebebasan penuh sebagai trequartista di belakang duet maut Gabriel Batistuta dan Marco Delvecchio atau Vincenzo Montella.

Kombinasi tersebut membuat Roma tampil sangat konsisten sepanjang musim.

Baca Juga:Rafael Leao Diburu Fenerbahce dan Galatasaray, AC Milan Pasang Tarif Rp1 Triliun Jurnalis Italia: Leao Ganggu Rencana Transfer AC Milan 

Roma membuka musim dengan luar biasa, memenangi enam dari tujuh pertandingan pertama, termasuk kemenangan penting atas Fiorentina berkat gol Batistuta.

Ketika Batistuta sempat mengalami cedera, Vincenzo Montella tampil sebagai penyelamat lewat gol-gol krusial, termasuk saat menghadapi Inter Milan dan Juventus.

Salah satu laga paling menentukan terjadi di Turin saat menghadapi Juventus.

Roma sempat tertinggal 0-2, namun berhasil bangkit dan memaksakan hasil imbang 2-2 melalui gol Hidetoshi Nakata dan Vincenzo Montella.

Hasil tersebut menjadi titik balik penting yang menjaga posisi Roma di puncak klasemen hingga akhir musim.

Kepastian Scudetto akhirnya datang pada 17 Juni 2001.

Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung yang memadati Stadion Olimpico, Roma menaklukkan Parma dengan skor 3-1.

0 Komentar