Ruang Kelas Ambruk, Siswa SMPN 1 Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya Belajar Bergantian di Kelas Darurat

SMPN 1 Bantarkalong kabupaten tasikmalaya
Siswa SMPN 1 Bantarkalong yang terdampak kelas ambruk belajar bersama guru di ruang kelas darurat, Kamis (30/7/2026). (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Bantarkalong mendesak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera mempercepat penanganan ambruknya dua ruang kelas SMP Negeri 1 Bantarkalong.

Desakan itu muncul karena hingga kini kegiatan belajar mengajar masih terdampak dan siswa terpaksa belajar bergantian di ruang kelas darurat.

Ketua KNPI Bantarkalong, Reza, menilai pemerintah daerah harus segera hadir memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sekolah merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca Juga:Langkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD TasikmalayaUlama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan Keluarga

“Kita mendorong pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap dunia pendidikan sesuai amanat pembukaan UUD 1945. Termasuk di dalamnya ini bagian dari dinas pendidikan bagaimana pengawasan terhadap sekolah yang tidak hanya kurikulum,” dorong Reza.

Ia menegaskan, pengawasan Dinas Pendidikan tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran dan tenaga pendidik, tetapi juga harus mencakup kondisi fisik bangunan sekolah agar kegiatan belajar berlangsung dengan aman dan nyaman.

“Jika dunia pendidikan mau maju maka infrastruktur bangunannya juga harus diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Jangan sampai ada sekolah yang menjadi kewenangan dinas malah dibiarkan,” terang Reza.

Reza menambahkan, apabila kendala utama adalah keterbatasan anggaran, pemerintah tetap harus hadir memberikan solusi karena penyediaan fasilitas pendidikan merupakan tanggung jawab negara.

“Jika ini persoalan dengan anggaran tentu saja ini tugas negara untuk hadir tidak hanya lewat program makanan bergizi gratis juga fasilitas pendidikan untuk generasi yang lebih baik kedepannya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 1 Bantarkalong, Abah Unang, mengatakan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan memanfaatkan ruang yang masih tersedia sambil menunggu perbaikan bangunan yang ambruk.

“Iya karena ruangan kelasnya kurang, akhirnya sekolah memanfaatkan ruang kelas yang ada. Jadi siswa yang kelasnya ambruk, belajar kadang di ruang kesenian atau IT. Ya harapannya segera di bangun kelas yang ambruk,” ujar Unang. (dik)

0 Komentar