Lama Tak Diperbaiki, Dua Kelas SMPN 1 Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya Ambruk

Bangunan smpn bantarkalong ambruk
Siswa dan guru saat mengevakuasi barang-barang milik sekolah akibat bangunan Kelas SMPN 1 Bantarkalong ambruk karena dibiarkan lama tidak diperbaiki, Senin (27/7/2026). (Istimewa)
0 Komentar

Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk membangun kembali dua ruang kelas tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta per ruang. Anggaran tambahan juga dibutuhkan untuk memperbaiki ruang kesenian dan ruang IT yang ikut terdampak.

“Belum untuk perbaikan ruang kesenian dan IT yang terdampak bisa puluhan juta. Ya kami sebagai komite sekolah berharap pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera merespon dan merealisasikan bantuan revitalisasi sekolah,” harap Unang.

Ia menegaskan, karena pengelolaan SMP menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pihaknya berharap segera ada tindak lanjut agar kerusakan tidak semakin meluas.

Baca Juga:Langkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD TasikmalayaUlama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan Keluarga

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Cucu Ano Lesmana, memastikan SMPN 1 Bantarkalong telah masuk dalam daftar calon penerima bantuan revitalisasi pada 2026.

“Iya SMPN 1 Bantarkalong sudah terverval sejak bulan Desember 2025. Masuk sebagai penerima bantuan revitalisasi tahun ini. Untuk nilai anggaran bantuannya nanti dibahas yang riilnya dengan tim review saat bimtek, tim perencana saat ini masih menghitung,” terang Cucu. (dik)

0 Komentar