Lupakan Kopi Bubuk! Kokobin Tasikmalaya Hadirkan Sensasi Baru Nikmati Biji Kopi Arabika dalam Balutan Cokelat

Kokobin
Ika saat menunjukkan produk inovasi cokelat isi biji kopi dengan mereka Kokobin di salah satu booth di event Jayantara Priangan Timur 2026 akhir pekan kemarin. (Fitriah Widayanti/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah maraknya produk kopi bubuk di pasaran, UMKM asal Desa Wisata Sukawangun, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, menghadirkan inovasi baru berupa cokelat berisi biji kopi utuh yang dikemas dengan merek Kokobin.

Produk yang mulai dipasarkan sekitar enam bulan terakhir itu kini menjadi varian dengan penjualan tertinggi dibanding kopi bubuk dan kopi rempah yang lebih dulu diproduksi UMKM desa tersebut.

Menurut Ika, karyawan sekaligus saudara pemilik usaha, tingginya minat terhadap Kokobin dipengaruhi inovasi yang ditawarkan produk tersebut.

Baca Juga:Perry Warjiyo Mundur dari BI, Kenapa IHSG Langsung Berubah Arah? Ini Penjelasan AnalisBadan Gizi Nasional Bekukan 833 SPPG, Ada Temuan Keracunan hingga Dugaan Penyelewengan Dana 

Di tengah banyaknya kopi bubuk yang beredar di pasaran, kehadiran cokelat berisi biji kopi utuh dinilai menghadirkan pengalaman baru menikmati kopi sehingga memunculkan rasa penasaran konsumen.

“Mungkin karena produk ini masih baru. Kalau kopi bubuk sudah banyak dijual di mana-mana, sedangkan Kokobin menawarkan sesuatu yang berbeda,” ujarnya saat ditemui Radar di booth Desa Wisata dalam event Jayantara Priangan Timur 2026 akhir pekan kemarin.

Kokobin sendiri dibuat dengan menggunakan biji kopi arabika yang didatangkan khusus dari luar daerah.

Berbeda dengan varian kopi murni yang memanfaatkan kopi jenis robusta yang banyak dikembangkan di Desa Sukawangun, pemilihan arabika dilakukan khusus untuk inovasi produk ini.

Setelah melalui proses penyangraian, biji kopi terlebih dahulu disimpan selama minimal satu malam sebelum digiling dan dicampur dengan bahan lainnya.

Ika mengungkapkan, sebelum dibalut cokelat, biji kopi terlebih dahulu diolah melalui proses penyangraian.

Setelah itu, biji kopi didiamkan selama minimal satu malam sebelum digiling dan dicampur dengan bahan lainnya.

Baca Juga:BTPN Syariah Kirim Sinyal Positif, Laba Naik dan Kredit Bermasalah Turun DrastisPerry Warjiyo Mundur dari BI, Destry Ungkap Alasan Rupiah dan Ekonomi Tetap Aman di Tengah Transisi

“Prosesnya sebenarnya tidak terlalu lama, tapi kopi memang harus didiamkan dulu setelah roasting karena kalau langsung diolah rasanya akan beda,” ungkap Ika.

Ia menambahkan, Kokobin saat ini baru dipasarkan di wilayah Tasikmalaya dengan harga jual per kemasan Rp 23.000.

Kokobin juga kini menjadi komoditas binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya dan produk unggulan UMKM Kabupaten Tasikmalaya.

Ika mengungkapan, saudaranya itu telah merintis usaha olahan kopi sejak tahun 2020. Pada awalnya hanya memproduksi kopi murni robusta dan kopi rempah tanpa gula. Kopi rempah sendiri merupakan varian yang memadukan jahe, kapulaga, kayu manis, dan cengkeh.

0 Komentar