TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Alih kelola parkir dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya kepada pihak ketiga diduga belum menghadirkan perubahan yang benar-benar terasa di lapangan.
Salah satu persoalan yang masih membayangi adalah kebiasaan juru parkir tidak memberikan karcis kepada pengguna jasa, kecuali jika diminta.
Temuan di sejumlah titik parkir menunjukkan praktik lama masih bertahan.
Padahal, pemberian karcis menjadi salah satu instrumen penting untuk menjamin transparansi retribusi sekaligus mencegah potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga:Kerja Sama Pengelolaan Parkir Bukan Inisiatif Dishub Kota Tasikmalaya, Keberlanjutannya Akan DievaluasiWali Kota Tasikmalaya Mentahkan Usulan Pembentukan Satgas Penertiban Parkir! Tugas Itu Sudah Melekat di Dishub
Ahmad Setiawan (34), warga Kawalu yang memarkir kendaraannya di Jalan Masjid Agung, mengaku tidak merasakan perbedaan setelah pengelolaan parkir beralih ke vendor.
“Ah sama saja, Kang. Kadang dikasih karcis, kadang tidak. Kalau saya minta pasti dikasih. Kalau tidak minta ya tidak dikasih,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Pengalaman serupa disampaikan Rismawati Putri (26), warga Kecamatan Tawang. Saat menggunakan parkir motor di Jalan dr Soekardjo, ia juga mengaku karcis hanya diberikan jika diminta.
“Sama seperti biasa. Kadang saya lupa minta, ya tidak dikasih. Kalau minta pasti dikasih. Sama saja seperti dulu,” tuturnya.
Kondisi tersebut diakui pula oleh juru parkir. Dede Hidayat (50), jukir di Jalan Masjid Agung, mengatakan karcis memang tersedia dan kerap diberikan kepada pengguna. Namun, tidak semua pengendara meminta karcis saat membayar.
Di sisi lain, ia mengeluhkan kondisi ekonomi juru parkir yang dinilainya semakin berat.
Dede mengaku harus memenuhi target setoran sekitar Rp400 ribu setiap bulan, sementara pendapatan di lapangan semakin menurun karena titik parkir terbagi dengan lokasi lain.
Baca Juga:Soal Kerja Sama Parkir, Mantan Kadishub Kota Tasikmalaya: Inovasi Harus Memberi Hasil LebihPasanggiri Pencak Silat Priangan Timur di Tasikmalaya Terkendala Akomodasi
“Alhamdulillah target masih bisa tercapai. Tapi untuk kebutuhan rumah tangga sekarang terasa berat,” tuturnya.
Keluhan senada disampaikan salah satu juru parkir di Jalan dr Soekardjo yang enggan menyebutkan namanya. Menurutnya, karcis parkir selalu tersedia dan dibawa saat bertugas, namun praktik di lapangan bergantung pada permintaan pengguna.
“Kadang ada yang minta karcis, kadang menolak saat dikasih. Kalau minta ya dikasih,” tambahnya.
Dia menjelaskan tarif parkir mobil semestinya Rp3.000. Namun tidak sedikit pengendara hanya membayar Rp2.000 sehingga karcis tidak selalu diberikan.
