LAHIRNYA KOTA ADMINISTRATIF TASIKMALAYA
Tonggak sejarah berikutnya dalam perjalanan Kabupaten Tasikmalaya terjadi pada masa Aben Benyamin menjabat sebagai bupati periode 1976–1981. Pada masa pemerintahannya, lahir Kota Administratif Tasikmalaya yang diresmikan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1976 oleh Menteri Dalam Negeri H Amir Machmud. Pada saat yang sama, Drs H Oman Roesman dilantik sebagai Wali Kota Administratif pertama oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat H Aang Kunaefi.
Pada awal pembentukannya, wilayah Kota Administratif Tasikmalaya hanya meliputi tiga kecamatan, yakni Cipedes, Cihideung, dan Tawang, dengan jumlah 13 desa.
Memasuki era modern, estafet kepemimpinan Kabupaten Tasikmalaya diteruskan oleh Raden Tubagus Abas Wilagasomantri yang menjabat pada 1945–1951, kemudian Raden Priatna Kusumah pada 1951–1957, Raden Ipung Gandapraja pada 1957–1958, Raden Memed Supartadiredja pada 1958–1966, Kolonel Infanteri Husen Wangsaatmadja sejak Februari 1966 hingga 14 Februari 1974, Drs H Kartiwa Suryasaputra pada 14 Februari 1974 sampai 5 Maret 1976, Kolonel Infanteri Aben Benyamin pada 5 Maret 1976 hingga 5 Maret 1981, Kolonel Infanteri H Hudly Bambang Aruman pada 5 Maret 1981 sampai 8 Maret 1986, Kolonel Infanteri H Adang Roosman SH, pada 8 Maret 1986 hingga 8 Maret 1991 dan kembali dipercaya memimpin untuk periode kedua pada 8 Maret 1991 sampai 8 Maret 1996.
Baca Juga:Prabowo Tunjuk Pria Kelahiran Tasikmalaya Ini Jadi Wakil Jaksa AgungHari Anak Nasional Dibayangi Bullying, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Soroti Peran Keluarga sebagai Pangkal Masalah
Kepemimpinan kemudian dilanjutkan Kolonel Infanteri H Suljana Wirata Hadisubrata yang menjabat sejak 8 Maret 1996 hingga 8 Maret 2001. Pada masa kepemimpinannya mulai dirintis pembentukan Pemerintah Kota Tasikmalaya sebagai daerah otonom.
Selanjutnya, Drs H Tatang Farhanul Hakim MPd, menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya pada periode 8 Maret 2001 hingga 8 Maret 2006. Di bawah kepemimpinannya, Kota Administratif Tasikmalaya resmi berubah status menjadi Kota Tasikmalaya sebagai daerah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2001, dengan Drs H Wahyu Suradiharja sebagai Penjabat Wali Kota pertama.
Drs H Tatang Farhanul Hakim kemudian kembali dipercaya memimpin Kabupaten Tasikmalaya untuk periode kedua pada 8 Maret 2006 hingga 8 Maret 2011. Ia menjadi bupati pertama yang dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Pada masa kepemimpinannya pula ibu kota pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya dipindahkan ke Singaparna pada 10 Agustus 2010.
Kepemimpinan berikutnya diteruskan H. Uu Ruzhanul Ulum, SE, yang menjabat pada 8 Maret 2011 hingga 8 Maret 2016. Ia kembali terpilih untuk periode 2016–2021 dan dilantik Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate pada 23 Maret 2016 sebagai hasil pemilihan kepala daerah dengan calon tunggal yang pertama di Kabupaten Tasikmalaya.
