Setelah Wiradadaha IX wafat, kepemimpinan dilanjutkan oleh Raden Rangga Wiradimanggala yang bergelar R.T. Wiratanubaya sebagai Bupati Sukapura X. Karena tidak memiliki keturunan, setelah wafat ia digantikan oleh Raden Rangga Tanuwangsa yang bergelar Raden Wiraadegdaha sebagai Bupati Sukapura XI. Belakangan ia memperoleh gelar adipati sehingga namanya berubah menjadi Raden Adipati Wiraadegdaha. Karena kemudian berpindah ke Bogor, ia lebih dikenal dengan sebutan Dalem Bogor.
Sepeninggal Dalem Bogor, jabatan bupati diteruskan oleh adiknya, Raden Demang Danukusumah yang sebelumnya menjabat Patih Manonjaya. Setelah menjadi bupati, ia bergelar R.T. Wirahadiningrat sebagai Bupati Sukapura XII. Ia memperoleh gelar adipati, hak menggunakan payung kuning, serta penghargaan Bintang Oranje Nassau sehingga masyarakat mengenalnya dengan sebutan Dalem Bintang.
Setelah Dalem Bintang wafat, kepemimpinan diteruskan putra Dalem Bogor, yakni Raden Rangga Wiratanuwangsa. Setelah diangkat menjadi bupati, namanya berubah menjadi R.T. Prawiraadiningrat sebagai Bupati Sukapura XIII yang memerintah pada 1901–1908.
Baca Juga:Prabowo Tunjuk Pria Kelahiran Tasikmalaya Ini Jadi Wakil Jaksa AgungHari Anak Nasional Dibayangi Bullying, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Soroti Peran Keluarga sebagai Pangkal Masalah
Pada masa pemerintahannya terjadi perubahan besar dalam sejarah Kabupaten Sukapura. Ibu kota kabupaten dipindahkan dari Manonjaya ke Tasikmalaya. Perpindahan itu dilaksanakan pada 1 Oktober 1901 dan diresmikan pada 1 Desember 1901. Meski demikian, nama kabupatennya masih tetap Sukapura. Ia juga menjadi bupati pertama yang memperoleh gelar Aria sehingga lebih dikenal dengan sebutan Dalem Aria.
Perubahan besar berikutnya terjadi setelah wilayah Afdeeling Mangunreja menjadi bawahan Sukapura, Afdeeling Cikajang menjadi bawahan Kabupaten Limbangan, serta Distrik Malangbong dibagi menjadi dua, yakni sebagian masuk wilayah Limbangan dan sebagian lagi masuk wilayah Sumedang. Sejak saat itulah nama Sukapura resmi berubah menjadi Tasikmalaya, tepatnya pada akhir masa pemerintahan R.T. Wiratanuningrat sebagai Bupati Sukapura, yaitu pada 1 Januari 1913.
R.T. Wiratanuningrat kemudian diangkat kembali oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai Bupati Tasikmalaya berdasarkan Besluit tanggal 6 September 1913 Nomor 35 yang berlaku mulai 1 Juli 1913. Dengan demikian, R.T. Wiratanuningrat tercatat sebagai bupati pertama setelah Kabupaten Sukapura resmi berganti nama menjadi Kabupaten Tasikmalaya. Ia memimpin hingga 1937.
Sejak saat itu Kabupaten Tasikmalaya terus berkembang menjadi daerah otonom berbentuk kabupaten. Perjalanan sejarahnya berlanjut hingga pada 2001 terjadi pemekaran wilayah dengan lahirnya Pemerintah Kota Tasikmalaya.
