Sejarah Singkat Kabupaten Tasikmalaya

sejarah tasikmalaya
Alun-Alun singaparna. (dok. Pemkab Tasikmalaya)
0 Komentar

PINDAHNYA IBU KOTA KE MANONJAYA.

Kepemimpinan berikutnya diteruskan putra kelima Wiradadaha VII, yakni Raden Demang Anggadipa yang bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha VIII atau lebih dikenal sebagai Dalem Sepuh. Pada masa pemerintahannya, ia menolak kebijakan penanaman nila yang diberlakukan pemerintah kolonial. Akibat penolakannya itu, Wiradadaha VIII dipecat dan Kabupaten Sukapura diintegrasikan ke dalam wilayah Kabupaten Limbangan.

Tidak lama kemudian, Kabupaten Sukapura didirikan kembali dengan bupati yang berasal dari keturunan Bupati Sumedang, yakni Raden Tumenggung Surialaga yang lebih dikenal sebagai Dalem Talun. Namun, dua tahun kemudian Dalem Talun mengundurkan diri sehingga Kabupaten Sukapura kembali diserahkan kepada Bupati Limbangan. Selanjutnya, pemerintahan Sukapura dikembalikan lagi kepada Wiradadaha VIII, kecuali wilayah Suci dan Panembong yang tetap berada di luar kekuasaannya.

Pada masa pemerintahan Wiradadaha VIII, wilayah Kabupaten Sukapura berkembang sangat luas. Daerah kekuasaannya meliputi sebagian wilayah Sumedang, yakni Malangbong, Ciawi, Indihiang, Singaparna, dan Tasikmalaya, serta sebagian wilayah Galuh yang mencakup Pasir Panjang, Banjar, Kawasen, Parigi, Cijulang, Mandala, Cikembulan, dan Kalipucang.

Baca Juga:Prabowo Tunjuk Pria Kelahiran Tasikmalaya Ini Jadi Wakil Jaksa AgungHari Anak Nasional Dibayangi Bullying, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Soroti Peran Keluarga sebagai Pangkal Masalah

Sebelumnya, wilayah Sukapura hanya meliputi Distrik Mangunreja, Panyeredan, Taraju, Sukaraja, Parung, Karang, Cikajang, Batuwangi, dan Nagara (Pameungpeuk). Kawasan yang sangat luas tersebut dikenal sebagai Tanah Galunggung.

Karena wilayah pemerintahannya semakin luas, Kabupaten Sukapura kemudian dibagi menjadi tiga bagian, yakni Afdeeling Sukapura Kolot, Afdeeling Sukapura, dan Afdeeling Tasikmalaya.

Sukapura Kolot yang beribu kota di Mangunreja membawahi Afdeeling Mangunreja yang meliputi Panyeredan, Karang, Sukaraja, Taraju, dan Parung, serta Afdeeling Cikajang yang mencakup Batuwangi, Kandangwesi, Nagara, dan Selacau.

Sementara itu, Afdeeling Sukapura membawahi Afdeeling Manonjaya yang meliputi Pasir Panjang, Banjar, dan Kawasen, serta Afdeeling Parigi yang mencakup Parigi, Cijulang, Mandala, Cikembulan, dan Kalipucang. Adapun Afdeeling Tasikmalaya meliputi wilayah Ciawi, Indihiang, dan Malangbong.

Setelah memiliki wilayah yang begitu luas, ibu kota Kabupaten Sukapura dipindahkan ke Manonjaya. Pada masa itu Wiradadaha VIII wafat dan dimakamkan di Tanjungmalaya. Sepeninggalnya, pemerintahan diteruskan oleh adiknya, R.T. Danuningrat yang bergelar Wiradadaha IX. Ia dikenal sebagai tokoh yang membangun Kota Manonjaya.

0 Komentar