Jayantara Priangan Timur 2026 di Tasikmalaya: Perluas Pasar UMKM hingga Global

Jayantara Priangan Timur 2026
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin (berdiri, kiri) mengunjungi sejumlah booth di event Jayantara 2026 didampingi Kepala KPwBI Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari Putri (berdiri, kedua dari kiri) dan Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati (berdiri, kedua dari kanan) serta Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Budi Ahdiat (berdiri, kanan). (Dok. BI Tasikmalaya)
0 Komentar

Untuk menjawab tantangan tersebut, Bank Indonesia terus mendorong pengembangan UMKM melalui pendekatan yang terintegrasi, end-to-end, dan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas dan kualitas produk, fasilitasi akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga digitalisasi transaksi pembayaran.

Di Priangan Timur, pendekatan tersebut antara lain diwujudkan melalui EXPORENA, sebagai program akselerasi UMKM menuju pasar ekspor, serta PINUNGGUL, yang mendorong peningkatan kapasitas digital, penguatan pemasaran daring, dan transformasi usaha berbasis teknologi.

Program tersebut diarahkan agar UMKM tidak berhenti pada tahap tumbuh, tetapi mampu naik kelas, memperluas skala usaha, dan masuk ke rantai nilai yang lebih tinggi.

Baca Juga:Penjualan Batu Bara Bukit Asam Tembus 21,1 Juta Ton di Semester I 2026, Ekspor Makin MenguatPetrosea Suntik Rp 1,19 Triliun ke Singaraja Putra, Perkuat Kendali Strategis di Bisnis Tambang Batubara

Hasil pendampingan tersebut mulai menunjukkan capaian konkret. Salah satunya ditunjukkan oleh Kelompok Kopi Bunar, yang berhasil memperoleh cupping score 87 dan merealisasikan ekspor perdana sebanyak satu ton kopi ke Jepang.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk unggulan Priangan Timur memiliki kualitas dan potensi untuk menembus pasar internasional apabila didukung oleh peningkatan kapasitas yang konsisten, standardisasi produk, perluasan jejaring, serta kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.

Semangat ini juga menjadi inti penyelenggaraan Jayantara Priangan Timur 2026. Selama tiga hari, lebih dari 100 booth menghadirkan produk unggulan fesyen, kriya, makanan dan minuman, produk berkelanjutan, produk Dekranasda, hingga potensi desa wisata dari berbagai kabupaten dan kota di Priangan Timur.

Pameran tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang transaksi, kemitraan usaha, business matching, dan perluasan jaringan pemasaran bagi UMKM.

Penguatan kapasitas pelaku usaha turut dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif, antara lain talkshow “Dari Niat ke Omzet: Kiat Membangun Usaha di Era Digital”, PeKA Talk mengenai keamanan digital bagi UMKM, live cooking, Cassava Challenge, serta bedah buku Tasbih Kupu-Kupu karya Panji Sakti.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi kewirausahaan, inovasi produk, pemanfaatan teknologi, serta keamanan dalam bertransaksi di era digital.

Jayantara juga menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan ekonomi kreatif dan budaya Priangan Timur melalui Parade Festival Batik, Gebu Fashion Week, Fashion Show Batik Sukapura, lomba fotografi, pertunjukan seni budaya, hingga pemutaran film karya sineas lokal.

0 Komentar