Petrosea Suntik Rp 1,19 Triliun ke Singaraja Putra, Perkuat Kendali Strategis di Bisnis Tambang Batubara

Singaraja Putra
PT Petrosea Tbk (PTRO) berinvestasi senilai sekitar Rp 1,19 triliun di PT Singaraja Putra Tbk (SINI). (Petrosea/Instagram)
0 Komentar

JAKARTA, RADARTASIK.ID – PT Petrosea Tbk (PTRO) memperkuat langkah strategisnya di industri pertambangan nasional melalui investasi senilai sekitar Rp 1,19 triliun pada PT Singaraja Putra Tbk (SINI).

Aksi korporasi ini menandai perubahan arah portofolio bisnis Petrosea sekaligus memperluas posisi perusahaan dalam rantai industri pertambangan batubara Indonesia.

Pada 23 Juli 2026, Petrosea menyelesaikan partisipasi dalam pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang dilakukan oleh Singaraja Putra. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Petrosea di SINI meningkat menjadi 19,88 persen.

Baca Juga:Laba Bank Mandiri Tembus Rp 30,4 Triliun di Semester I 2026, Investor Mulai Melirik Potensi Dividen 10 PersenKemnaker Mediasi Perselisihan PHK PT Amos Indah Indonesia, 134 Eks Pekerja Menerima Hak Pesangon Rp 12,7 M

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Petrosea untuk memperkuat ekosistem bisnis pertambangan melalui pendekatan investasi dan kolaborasi jangka panjang, sejalan dengan pengalaman perusahaan selama lebih dari lima dekade dalam menyediakan layanan pertambangan terpadu.

Selain melakukan penyertaan modal di SINI, Petrosea juga menyelesaikan transaksi strategis berupa pengalihan kepemilikan 99,99 persen saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) kepada Singaraja Putra.

KMS merupakan perusahaan yang memiliki kepemilikan saham pada PT Cristian Eka Pratama (CEP), perusahaan yang bergerak dalam operasi pertambangan batubara dan memegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Dengan rampungnya transaksi tersebut, CEP yang sebelumnya menjadi bagian dari portofolio Petrosea kini bergabung ke dalam kelompok usaha Singaraja Putra.

Akuisisi ini menjadi salah satu bagian dari pemanfaatan dana hasil pelaksanaan HMETD oleh SINI untuk memperkuat aset pertambangannya.

Masuknya CEP memperluas portofolio pertambangan Singaraja Putra yang sebelumnya telah mencakup sejumlah aset tambang, yaitu PT Persada Kapuas Prima (PKP), PT Pasir Bara Prima (PBP), PT Pesona Bara Cakrawala (PBC), dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP) yang beroperasi di wilayah Kalimantan Tengah.

Sebagai perusahaan multidisiplin, Petrosea memiliki pengalaman panjang dalam mendukung industri pertambangan melalui berbagai layanan, mulai dari jasa pertambangan, rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC), EPCI migas lepas pantai, hingga jasa logistik dan pendukung operasional.

Baca Juga:Sharp Indonesia Cetak Prestasi Besar di 2026, Raih 3 Penghargaan Sekaligus dan Buktikan Kepercayaan KonsumenMagangHub Kemnaker Angkatan II Batch 1 2026 Masih Dibuka, Lulusan Baru Bisa Dapat Pengalaman Kerja 

Penguatan hubungan strategis dengan Singaraja Putra dinilai dapat membuka peluang sinergi lebih besar, terutama karena beberapa perusahaan tambang dalam portofolio SINI juga merupakan pengguna jasa kontrak pertambangan Petrosea.

0 Komentar