Kolaborasi tersebut memungkinkan Petrosea tetap mengambil peran penting dalam rantai operasional pertambangan, baik melalui layanan teknis maupun dukungan pengelolaan tambang secara menyeluruh.
Presiden Direktur PT Petrosea Tbk menyampaikan keyakinannya bahwa industri pertambangan batubara masih memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan energi yang terjangkau serta mendukung ketahanan energi nasional.
“Ke depan, kami meyakini bahwa industri pertambangan batubara tetap menjadi tulang punggung sumber energi yang terjangkau, serta mendukung ketahanan energi nasional,” ungkap Presiden Direktur PT Petrosea Tbk, Michael, dalam siaran pers, Jumat, 24 Juli 2026.
Baca Juga:Laba Bank Mandiri Tembus Rp 30,4 Triliun di Semester I 2026, Investor Mulai Melirik Potensi Dividen 10 PersenKemnaker Mediasi Perselisihan PHK PT Amos Indah Indonesia, 134 Eks Pekerja Menerima Hak Pesangon Rp 12,7 M
Langkah investasi Petrosea di Singaraja Putra menunjukkan strategi perusahaan dalam memperkuat posisi di sektor pertambangan sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika industri energi.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap transisi energi, industri batubara masih memiliki peran signifikan sebagai sumber energi utama, khususnya bagi negara berkembang yang membutuhkan pasokan energi stabil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Melalui kombinasi pengalaman operasional, pengelolaan aset pertambangan, dan penerapan standar tata kelola perusahaan, Petrosea berupaya menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus meningkatkan daya saing di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.
Perusahaan juga menegaskan bahwa pencapaian target operasional dan keuangan tetap didukung oleh penerapan prinsip Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), target zero accident, operational excellence, continuous improvement, serta penguatan manajemen risiko dan tata kelola perusahaan yang baik. (snd/rls)
