RADARTASIK.ID – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat kinerja operasional positif sepanjang paruh pertama 2026 dengan volume penjualan batu bara mencapai 21,1 juta ton.
Kinerja ini ditopang oleh peningkatan permintaan pasar ekspor, meski perusahaan masih menghadapi tantangan dari sisi produksi dan dinamika industri batu bara global.
Dilansir Stockbit, kinerja PT Bukit Asam menunjukkan pergerakan yang cukup solid memasuki pertengahan 2026.
Baca Juga:Petrosea Suntik Rp 1,19 Triliun ke Singaraja Putra, Perkuat Kendali Strategis di Bisnis Tambang BatubaraLaba Bank Mandiri Tembus Rp 30,4 Triliun di Semester I 2026, Investor Mulai Melirik Potensi Dividen 10 Persen
Pada kuartal II 2026 (2Q26), perusahaan membukukan volume penjualan batu bara sebesar 10,9 juta ton, meningkat 8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter on quarter/ QoQ).
Meski demikian, angka tersebut masih turun 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/ YoY).
Dengan capaian tersebut, total penjualan batu bara PTBA selama semester I 2026 mencapai 21,1 juta ton.
Realisasi ini setara dengan sekitar 43 persen dari target penjualan yang telah ditetapkan manajemen untuk tahun 2026.
Angka tersebut menunjukkan laju pencapaian yang sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada semester I 2025, realisasi penjualan telah mencapai sekitar 48 persen dari target tahunan.
Salah satu faktor utama yang menopang penjualan PTBA sepanjang 2026 adalah peningkatan kontribusi pasar ekspor.
Baca Juga:Kemnaker Mediasi Perselisihan PHK PT Amos Indah Indonesia, 134 Eks Pekerja Menerima Hak Pesangon Rp 12,7 MSharp Indonesia Cetak Prestasi Besar di 2026, Raih 3 Penghargaan Sekaligus dan Buktikan Kepercayaan Konsumen
Pada kuartal II 2026, porsi penjualan ekspor meningkat menjadi 51 persen dari total penjualan, dibandingkan 47 persen pada kuartal I 2026 dan 43 persen pada kuartal II 2025.
Secara kumulatif, kontribusi ekspor selama semester I 2026 mencapai 49 persen, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 46 persen.
Peningkatan ekspor tersebut didorong oleh permintaan yang tetap kuat dari sejumlah negara tujuan utama, termasuk Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.
Diversifikasi pasar ini menjadi salah satu strategi penting PTBA dalam menjaga stabilitas penjualan di tengah perubahan kondisi pasar batu bara internasional.
Meski ekspor mengalami peningkatan, perusahaan tetap menjaga perannya dalam memenuhi kebutuhan energi domestik.
Porsi penjualan batu bara untuk PT PLN meningkat menjadi 40 persen pada kuartal II 2026, dibandingkan 34 persen pada kuartal sebelumnya.
Sementara itu, realisasi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) PTBA sepanjang semester I 2026 tercatat mencapai 55 persen.
Angka tersebut jauh di atas batas minimum DMO yang ditetapkan pemerintah sebesar 25 persen.
