Penjualan Batu Bara Bukit Asam Tembus 21,1 Juta Ton di Semester I 2026, Ekspor Makin Menguat

Bukit Asam
Ilustrasi. (Hasil AI/ChatGPT)
0 Komentar

Dari sisi produksi, PTBA mencatat volume produksi batu bara sebesar 12,8 juta ton pada kuartal II 2026.

Realisasi tersebut melonjak 94 persen dibandingkan kuartal I 2026, meskipun masih turun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara total, produksi batu bara PTBA selama semester I 2026 mencapai 19,5 juta ton. Angka ini baru memenuhi sekitar 39 persen dari target produksi tahunan perusahaan.

Baca Juga:Petrosea Suntik Rp 1,19 Triliun ke Singaraja Putra, Perkuat Kendali Strategis di Bisnis Tambang BatubaraLaba Bank Mandiri Tembus Rp 30,4 Triliun di Semester I 2026, Investor Mulai Melirik Potensi Dividen 10 Persen

Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan semester I 2025 yang telah mencapai sekitar 46 persen dari target produksi tahun tersebut.

Peningkatan produksi pada kuartal kedua menunjukkan adanya pemulihan aktivitas operasional setelah perusahaan menerapkan strategi penambangan yang lebih selektif.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk menjaga efisiensi biaya dan mempertahankan kualitas cadangan batu bara yang ditambang.

Strategi selective mining juga tercermin dari pergerakan stripping ratio PTBA. Pada kuartal II 2026, stripping ratio tercatat sebesar 5,2 kali, sedikit membaik dibandingkan kuartal I 2026 sebesar 5,3 kali.

Untuk periode semester I 2026, stripping ratio berada pada level 5,3 kali, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,2 kali.

Penurunan stripping ratio menunjukkan upaya perusahaan dalam mengoptimalkan aktivitas pengupasan lapisan tanah penutup sebelum proses penambangan batu bara.

Kondisi tersebut juga masih berada dalam kisaran target perusahaan untuk tahun 2026 yang diproyeksikan sebesar 5,6 kali.

Baca Juga:Kemnaker Mediasi Perselisihan PHK PT Amos Indah Indonesia, 134 Eks Pekerja Menerima Hak Pesangon Rp 12,7 MSharp Indonesia Cetak Prestasi Besar di 2026, Raih 3 Penghargaan Sekaligus dan Buktikan Kepercayaan Konsumen

Langkah efisiensi ini menjadi penting mengingat industri batu bara menghadapi tekanan dari fluktuasi harga komoditas, peningkatan biaya operasional, serta tuntutan untuk menjaga produktivitas tambang secara berkelanjutan.

Sejalan dengan pencapaian operasional tersebut, PT Bukit Asam saat ini tengah melakukan proses penelaahan terbatas atau limited review terhadap laporan keuangan interim periode kuartal II 2026.

Proses tersebut menjadi bagian dari tahapan pelaporan keuangan perusahaan untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap memenuhi prinsip transparansi dan tata kelola perusahaan. (snd/stb)

Sumber: Stockbit

0 Komentar