HAN 2026, Pemkab Ciamis Perkuat Komitmen Lindungi Anak dari Kekerasan

Hari Anak Nasional
Siswa di Ciamis sedang melakukan aktivitas saat jam istirahat, beberapa waktu. (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Ciamis memaknai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang jatuh pada 23 Juli 2026 sebagai momentum memperkuat perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Sejalan dengan tema HAN tahun ini, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat memenuhi hak-hak anak dan menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang mereka.

Peringatan HAN di Ciamis diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari penyebaran ucapan dan pesan edukasi di media sosial, sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak melalui videotron Megatron, publikasi di media massa, hingga kegiatan sederhana di sekolah dan madrasah.

Baca Juga:Ulama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan KeluargaDisdikbud Kabupaten Tasikmalaya Sebut Pembangunan Kelas Baru SDN Kubangsari Taraju Belum Masuk Rencana

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DP2KBP3A Kabupaten Ciamis, Elis Lismayani SKM Bdn MM, mengatakan pemerintah pusat mengarahkan setiap daerah untuk memperkuat promosi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai perlindungan anak dalam peringatan HAN tahun ini.

“Mengapa HAN kali ini pembahasan utama tentang perlindungan anak, karena saat ini memang yang menjadi sorotan banyaknya kasus kekerasan terhadap anak bukan hanya Ciamis, tetapi daerah lain juga sama,” katanya kepada Radar, Jumat (24/7/2026).

Menurut Elis, meningkatnya perhatian terhadap kasus kekerasan terhadap anak harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk kembali memastikan hak-hak anak terpenuhi, sekaligus memberikan pola pengasuhan yang terbaik di lingkungan keluarga.

“Kita mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat komitmen dalam memenuhi hak anak serta mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak demi terwujud generasi emas 2045,” ujarnya.

Selain mengedepankan edukasi perlindungan anak, peringatan HAN di Kabupaten Ciamis juga diisi dengan kegiatan pengembangan kreativitas anak sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satunya dengan mengikutsertakan peserta dalam lomba kreasi dan inovasi berbasis budaya lokal.

“Kita sudah mengirimkan dua kandidat perlombaan pupuh maskumambang yang masih jenjang SD dan SMP tingkat Provinsi Jawa Barat. Sudah dikirim videonya, mudah-mudahan mendapatkan juara,” katanya.

Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Ciamis juga akan menampilkan sendratari “Nyiar Papalayon”, sebuah karya yang terinspirasi dari pertunjukan seni “Nyiar Lumar” di Kecamatan Kawali.

0 Komentar