HAN 2026, Pemkab Ciamis Perkuat Komitmen Lindungi Anak dari Kekerasan

Hari Anak Nasional
Siswa di Ciamis sedang melakukan aktivitas saat jam istirahat, beberapa waktu. (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id)
0 Komentar

“Semuanya diracik sendiri oleh FAD, mulai dari musik, gerakan tarian sesuai tradisi kesenian Nyiar Lumar, properti juga di rancang sendiri. Tentunya mereka luar biasa anak-anak FAD,” ujarnya.

Di tingkat kabupaten, puncak peringatan HAN 2026 direncanakan digelar pada pekan depan dengan jadwal yang masih menyesuaikan hasil koordinasi bersama Bunda FAD Kabupaten Ciamis, Hj Kania Ernawati Herdiat.

Kegiatan tersebut direncanakan menghadirkan anak-anak panti asuhan dan yatim di Alun-Alun Ciamis atau Situs Jambansari. Selain edukasi mengenai perlindungan anak, rangkaian acara akan diisi permainan dan penyaluran bantuan.

Baca Juga:Ulama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan KeluargaDisdikbud Kabupaten Tasikmalaya Sebut Pembangunan Kelas Baru SDN Kubangsari Taraju Belum Masuk Rencana

“Kita akan menghadirkan anak-anak panti asuhan atau yatim bersama-sama di Alun-Alun Ciamis atau Situs Jambansari. Kegiatannya edukasi perlindungan anak, permainan anak-anak, pemberian bantuan supaya mereka merasakan ada HAN,” katanya.

Untuk menyukseskan peringatan HAN, DP2KBP3A juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora), serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis agar seluruh satuan pendidikan dapat ikut memeriahkan HAN melalui kegiatan sederhana.

“Bisa diadakan sederhana, yang penting ada peringatan HAN ini bisa membahagiakan dan bermanfaat untuk anak,” ujarnya.

Elis menegaskan, Hari Anak Nasional tidak semestinya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Peringatan ini harus menjadi ruang refleksi bagi orang tua, keluarga, masyarakat, dan pemerintah untuk mengevaluasi sejauh mana hak-hak anak telah dipenuhi serta kualitas pengasuhan yang diberikan.

Dengan memperkuat peran keluarga melalui pola asah, asih, dan asuh, diharapkan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak dapat dicegah sehingga anak-anak Ciamis tumbuh dalam lingkungan yang aman, terlindungi, dan mampu menyongsong Indonesia Emas 2045. (riz)

0 Komentar