TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Tasikmalaya menggelar Pelantikan Relawan, Pelantikan Pengurus DPC PAN se-Kota Tasikmalaya sekaligus Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Aulia Hall Centre, Jalan Letnan Harun, Kamis (16/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan mesin politik PAN hingga tingkat kecamatan menjelang agenda politik mendatang.
Hadir dalam konsolidasi itu Anggota DPR RI Fraksi PAN Muhammad Hoerudin Amin, perwakilan DPP PAN Ibnu Mahmud Bilalludin, Sekretaris DPW PAN Jawa Barat Ivan Fadilla, Ketua DPD PAN Kota Tasikmalaya Budi Mahmud Saputra, Ketua MPPD PAN Kota Tasikmalaya Hendro Nugraha, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, jajaran penyelenggara pemilu, kader, relawan, dan simpatisan PAN.
Baca Juga:Anyaman Bambu Situ Beet Terancam Regenerasi, Kibar Budaya 2026 Kota Tasikmalaya Angkat Alarm PelestarianInggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Viman Tepati Janji Push-Up 20 Kali di Nobar Dadaha
Ketua DPD PAN Kota Tasikmalaya, Budi Mahmud Saputra menegaskan, pelantikan dan Rakerda bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi titik awal memasuki babak baru perjuangan partai.
“Hari ini bukan sekadar agenda seremonial. Ini penanda perjuangan kita memasuki babak baru. Rakerda menyatukan langkah, pelantikan relawan meneguhkan tekad bahwa perjuangan tidak pernah berdiri sendiri,” ujarnya.
Budi meminta seluruh kader dan relawan menjaga semangat, kekompakan, serta amanah rakyat. Menurut dia, politik tidak boleh dimaknai hanya sebagai upaya memenangkan pemilu, melainkan menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat.
Ia mengingatkan kader agar tidak hanya muncul ketika momentum pemilu tiba. Kepercayaan masyarakat, kata dia, dibangun melalui kerja nyata yang terus dirasakan.
“Jangan pernah lelah turun ke tengah masyarakat. Hadirlah saat rakyat membutuhkan, bukan hanya saat musim pemilu tiba. Kepercayaan tidak lahir dari janji, melainkan dari kerja nyata,” tegasnya.
Budi juga mengajak seluruh kader merapatkan barisan hingga tingkat kelurahan dan kecamatan. Ia berharap kerja menjadi bahasa perjuangan PAN, sementara pengabdian menjadi identitas kader.
Budi menilai perubahan tidak akan lahir dari satu tokoh semata, tetapi dari gerakan bersama seluruh kader dan relawan.
Baca Juga:Dadaha Dijaga Lebih Ketat, Pemkot Tasikmalaya Perkuat Patroli dan Tata PKLIsu Keuntungan Vendor Parkir 5 Persen Mencuat, Kebocoran Setoran Jadi PR Pengelolaan Parkir Kota Tasikmalaya
“Perubahan sejati bukan gema satu suara, melainkan lahir dari tangan-tangan yang saling menggenggam dan keberanian yang menular dari hati ke hati,” tegasnya.
