Dadaha Dijaga Lebih Ketat, Pemkot Tasikmalaya Perkuat Patroli dan Tata PKL

penataan PKL Dadaha Kota Tasikmalaya
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat meninjau Dadaha, Selasa (14/7/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Insiden dentuman yang sempat menggegerkan kawasan olahraga Dadaha menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk bergerak lebih cepat.

Tak ingin persoalan berhenti pada penanganan aparat penegak hukum, Pemkot kini menyiapkan langkah konkret berupa patroli rutin, penataan pedagang kaki lima (PKL), hingga membuka peluang investasi agar wajah Dadaha lebih aman, nyaman, dan produktif.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, kunjungannya ke Dadaha, Selasa (14/7/2026) sore, merupakan respons langsung pemerintah setelah muncul dua persoalan sekaligus, yakni insiden dentuman yang sempat membuat masyarakat resah dan perselisihan antarpedagang.

Baca Juga:Isu Keuntungan Vendor Parkir 5 Persen Mencuat, Kebocoran Setoran Jadi PR Pengelolaan Parkir Kota TasikmalayaGECE 112 kota Tasikmalaya Tambah Fitur, Laporan Darurat Tak Lagi Bergantung Telepon

“Setiap kejadian tentu ada penyebabnya. Tugas kami adalah merespons agar Dadaha menjadi lebih aman dan lebih nyaman,” ujar Viman, Rabu (15/7/2026).

Menurut dia, penanganan hukum menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Sementara pemerintah daerah akan memperkuat langkah preventif melalui kolaborasi lintas sektor.

Dalam peninjauan tersebut, Pemkot melibatkan unsur Satpol PP, kepolisian, Babinsa, UPTD Dadaha, Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI, KNPI hingga Karang Taruna untuk menyusun pola pengamanan kawasan yang lebih terpadu.

Salah satu langkah yang akan segera dijalankan yakni patroli rutin di kawasan Dadaha.

Upaya itu diharapkan mampu mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berolahraga maupun beraktivitas ekonomi.

“Pendekatannya harus humanis kepada seluruh pengunjung dan pedagang. Dengan patroli rutin, persoalan bisa diantisipasi sebelum berkembang menjadi konflik,” katanya.

Selain aspek keamanan, Pemkot juga menyoroti penataan kawasan yang selama ini dinilai belum optimal.

Baca Juga:JNE Perkuat Bisnis UMKM Lewat JLC Member GatheringHilangkan Stigma Takut Datang ke Kejaksaan, Kejari Kota Tasikmalaya Perkuat Pelayanan Publik

Viman menegaskan Dadaha bukan hanya pusat olahraga, tetapi juga menjadi ruang perputaran ekonomi masyarakat.

Karena itu, pemerintah akan mengimplementasikan site plan yang sebelumnya telah disusun, termasuk pembagian zona khusus bagi PKL agar aktivitas perdagangan tidak mengganggu fungsi ruang publik.

Menurutnya, penempatan PKL pada zona yang lebih tertata justru diyakini akan meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus berdampak pada peningkatan omzet pedagang.

“Konsep zonasinya sudah ada. Tinggal kita wujudkan agar pedagang lebih nyaman berjualan dan masyarakat juga nyaman menikmati kawasan Dadaha,” ucapnya.

0 Komentar