Tembok Irigasi di Tasikmalaya Kopong Bikin Warga Waswas, Khawatir Jembatan Ambrol dan Menjatuhkan Korban

Jembatan ambrol tasikmalaya, tembok irigasi rusak
Tembok Irigasi yang menjadi bagian penopang jembatan di Babakan Sirnarasa, Kelurahan Empangsari Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya yang sudah kopong di bagian bawahnya, Rabu (5/8/2026)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Warga Gunung Huni Babakan Sirnarasa, Kelurahan Empangsari, Kota Tasikmalaya waswas dengan kondisi tembok irigasi yang rusak. Pasalnya, tembok irigasi tersebut menjadi bagian penopang jembatan yang merupakan akses mobilitas warga setempat.

Demi mengurangi risiko kecelakaan, warga secara swadaya memasang papan peringatan agar kendaraan roda empat tidak melintasi jembatan. Dikhawatirkan beban kendaraan roda 4 dapat mempercepat kerusakan struktur dan memicu ambruknya jembatan.

Salah seorang warga, Kokon (54), mengatakan kerusakan pada penyangga jembatan sudah berlangsung lama dan semakin parah. Menurutnya, masyarakat tidak mengetahui penyebab pasti ambrolnya bagian penyangga tersebut, tetapi kondisinya kini membutuhkan penanganan segera.

Baca Juga:Digitalisasi Parkir Kota Tasikmalaya Baru Sebatas Mimpi, Vendor: Jangan Dipaksa SeragamPolemik Harim Laut Pantai Madasari Pangandaran Masih Menggantung, Klaim Kepemilikan Belum Disertai Sertifikat

“Kami khawatir jembatan ini roboh karena bagian penyangga utamanya sudah ambrol,” katanya.

Kekhawatiran warga semakin besar menjelang musim penghujan. Pasalnya, saluran irigasi yang berada di bawah jembatan menjadi jalur aliran air dari kawasan Cihideung dan wilayah pusat Kota Tasikmalaya.

Saat hujan deras, debit air meningkat tajam sehingga dikhawatirkan dapat memperparah kerusakan pada tembok tersebut. Apabila jembatan itu sampai ambruk, dampaknya diperkirakan tidak hanya memutus akses jalan warga, tetapi juga berpotensi mengganggu fungsi saluran irigasi yang berada di bawahnya.

Meski bukan jalan utama, jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai akses alternatif masyarakat. Jalur itu setiap hari dilalui warga, termasuk para pelajar yang menuju kawasan permukiman di belakang RSUD dr. Soekardjo. Saat ruas jalan utama mengalami kemacetan, jembatan ini juga menjadi pilihan banyak pengendara.

Rahman, salah seorang pengendara, berharap pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kalau jalan utama macet, banyak yang lewat sini. Semoga segera diperbaiki, jangan sampai menunggu ada korban baru ditangani,” ujarnya. (Ujang Nandar)

0 Komentar