Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Hadirkan Inovasi Edukasi Diabetes

Buku Saku Lentera DM
Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya saat melakukan uji coba penelitian di Puskesmas Kahuripan, Kota Tasikmalaya pada tanggal 10 Juni 2026. (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Inovasi sederhana ternyata mampu memberikan dampak besar bagi upaya pengendalian Diabetes Melitus (DM). Hal tersebut dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya di Puskesmas Kahuripan, Kota Tasikmalaya, dengan mengembangkan media edukasi Buku Saku “Lentera DM” sebagai sarana pembelajaran mandiri bagi penderita Diabetes Melitus Tipe 2.

Penelitian diawali dengan kegiatan advokasi kepada Puskesmas Sambongpari sekaligus uji coba instrumen penelitian pada 20 Mei 2026. Sebanyak 30 penderita Diabetes Melitus dilibatkan untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner tingkat pengetahuan, kepatuhan, serta kelayakan media edukasi Buku Saku Lentera DM sebelum diterapkan pada penelitian utama.

Ketua Peneliti, Kusmiyati, M.Kes, mengatakan bahwa penelitian ini bertujuan menghasilkan media edukasi yang mudah dipahami masyarakat dan dapat digunakan secara mandiri di rumah.

Baca Juga:Doktor Dadaha!Isyarat Budi Budiman!

“Kami ingin menghadirkan media edukasi yang sederhana tetapi efektif. Buku saku ini dirancang menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dilengkapi ilustrasi serta panduan praktis mengenai pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, pemeriksaan gula darah, hingga pencegahan komplikasi Diabetes Melitus,” ujar Kusmiyati.

Setelah melalui tahap uji coba, penelitian dilanjutkan di Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya pada tanggal 10 Juni 2026 dengan melibatkan 60 penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 30 orang kelompok intervensi yang mendapatkan edukasi menggunakan Buku Saku Lentera DM dan 30 orang kelompok kontrol yang memperoleh edukasi rutin sebagaimana pelayanan yang biasa diberikan di puskesmas.

Sebelum intervensi dilakukan, seluruh responden mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan mengenai Diabetes Melitus. Setelah edukasi selesai, dilakukan post-test untuk mengetahui perubahan pengetahuan pasien. Adapun tingkat kepatuhan dalam menjalankan perawatan diri diukur kembali tujuh hari setelah intervensi, meliputi kepatuhan minum obat, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, serta pengelolaan penyakit secara mandiri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan pengetahuan dan kepatuhan. Namun, peningkatan pada kelompok yang memperoleh edukasi menggunakan Buku Saku Lentera DM jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok yang hanya menerima edukasi rutin.

Rata-rata nilai pengetahuan kelompok intervensi meningkat dari 77,87 menjadi 89,97, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 72,90 menjadi 80,00. Sementara itu, rata-rata nilai kepatuhan kelompok intervensi meningkat dari 63,50 menjadi 80,93, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 60,13 menjadi 71,43. Analisis statistik juga menunjukkan bahwa penggunaan Buku Saku Lentera DM memberikan pengaruh yang bermakna terhadap peningkatan pengetahuan maupun kepatuhan pasien Diabetes Melitus.

0 Komentar