Isyarat Budi Budiman!

budi budiman
Drs.H. Budi Budiman, Wali Kota Tasikmalaya Periode 2012-2020
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sudah hampir setahun kami tidak bertemu. Padahal dulu, ketika ia masih menjadi Wali Kota Tasikmalaya, pertemuan seperti itu nyaris menjadi rutinitas. Sebulan sekali. Kadang di rumah dinas. Kadang sambil menyeruput kopi. Topiknya tidak pernah jauh dari Tasikmalaya.

Tentang jalan. Tentang ekonomi. Tentang birokrasi. Tentang politik. Kini semua itu berubah.Jabatan memang selesai. Rutinitas ikut berganti. Momentum pun berpindah. Begitulah kehidupan bekerja. Sangat normal. Sangat manusiawi.

Karena itu saya senang ketika mendapat undangan darinya. Lokasinya bukan kantor. Bukan pula rumah. Melainkan sebuah tempat olahraga yang sedang naik daun di Kota Tasikmalaya: Vamos Padel Club, di Jalan Noenoeng Tisnasaputra.

Baca Juga:32 Tahun Malik, Jalan Baru di Bawah Pohon Beringin!Bupati yang Memilih Risiko!

Begitu tiba, saya langsung memahami mengapa tempat itu ramai diperbincangkan. Lapangannya luas. Bersih. Modern. Jauh dari kesan lapangan olahraga konvensional.

Dominasi warna biru dengan dinding kaca transparan membuat suasananya terasa lapang. Saat cahaya sore memantul di kaca, seluruh arena terlihat begitu fotogenik. Hampir setiap sudut layak menjadi latar foto.

Saya akhirnya paham. Padel ternyata bukan sekadar olahraga. Ia sudah menjadi gaya hidup. Orang datang bukan hanya untuk berkeringat. Tetapi juga untuk bertemu teman. Berjejaring. Menikmati kopi. Lalu mengunggah momen itu ke media sosial.

Di kawasan itu juga terdapat Butter Coffee yang menyatu dengan suasana klub. Setelah bermain, pengunjung tinggal bergeser beberapa langkah untuk menikmati secangkir kopi. Perpaduan olahraga dan ruang nongkrong seperti ini memang sedang menjadi tren di banyak kota besar. Tasikmalaya rupanya tidak mau tertinggal.

Lalu datanglah H. Budi Budiman. Tidak banyak yang berubah darinya. Posturnya masih tinggi besar. Wajahnya tetap segar. Senyumnya masih sama.

Ia tetap menyapa siapa saja yang ditemui. Baik mengenal orang itu maupun tidak. Kebiasaan itu rupanya tidak ikut pensiun ketika masa jabatannya berakhir. Keramahannya masih utuh. Kesederhanaannya juga. Yang paling mencolok justru kebugarannya.

Di usia yang tidak lagi muda, mantan wali kota dua periode itu terlihat bugar. Rupanya olahraga masih menjadi bagian dari kesehariannya. Barangkali itu salah satu resepnya. Tubuh boleh bertambah umur. Tetapi semangat tidak harus ikut menua.

0 Komentar