TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Universitas Mayasari Bakti (UMB) memilih pendekatan yang lebih membumi dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026.
Alih-alih menyebar ke berbagai wilayah, kampus tersebut memusatkan pengabdian mahasiswa di Kecamatan Tamansari dengan sasaran enam kelurahan yang berada dalam radius lima kilometer dari kampus agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat sekitar.
Sebanyak mahasiswa peserta KKN telah mengikuti pembekalan secara daring pada Senin (13/7/2026).
Baca Juga:Setoran Ilegal Parkir di Kota Tasikmalaya Disorot DPRD, Dishub Diminta Buka 'Peta Uang' Pihak KetigaAI Job Matcher Disnaker Kota Tasikmalaya Diluncurkan, Pencari Kerja Tak Lagi Berburu Lowongan Secara Manual
Program KKN akan berlangsung mulai 20 Juli hingga 28 Agustus 2026 dengan lokasi di Kelurahan Sukahurip, Tamansari, Tamanjaya, Setiamulya, Setiawargi, dan Mulyasari.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mayasari Bakti, Liana Dewi, S.Pd., M.Ak. mengatakan, kebijakan memusatkan KKN di sekitar kampus merupakan arahan langsung dari rektor.
Tujuannya agar keberadaan perguruan tinggi tidak hanya berdiri sebagai menara ilmu, tetapi menjadi tetangga yang memberi solusi bagi masyarakat.
“Fokus KKN Tematik berada dalam radius lima kilometer dari kampus sehingga keberadaan Universitas Mayasari Bakti benar-benar memberikan manfaat dan dampak nyata bagi lingkungan sekitar,” ujarnya saat Sosialisasi Teknis KKN Tematik UMB 2026 secara daring, Selasa (14/7/2026).
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan membawa lima program unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Kelima program tersebut meliputi pengelolaan sampah, kesehatan reproduksi perempuan, perlindungan perempuan dan anak, penguatan kegiatan keagamaan, serta pemberdayaan Karang Taruna.
Menurut Liana, isu lingkungan menjadi salah satu perhatian utama. Mahasiswa akan mengimplementasikan pengolahan sampah organik dan anorganik yang sebelumnya telah dipelajari bersama para dosen melalui pelatihan khusus.
Baca Juga:Cegah DBD dari Sekolah, Poltekkes Tasikmalaya Bentuk Siswa Pemantau Jentik di SukamahiDibayangi Defisit APBD Rp182 Miliar, Pemkot Tasikmalaya dan DPRD Sepakat Buka Kembali Program Prioritas
“Kami sudah membekali dosen dan mahasiswa mengenai pengelolaan sampah sehingga saat KKN nanti ilmunya bisa langsung diterapkan di tengah masyarakat,” terangnya.
Selain menjadi media penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, KKN Tematik juga diarahkan untuk membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan budaya di lingkungan sekitarnya.
Kampus berharap lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial.
“Mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari solusi. Minimal setelah lulus nanti mereka sudah terbiasa berkontribusi di lingkungan tempat tinggalnya,” tegas Liana.
