Tak Sekadar Pengabdian, KKN UMB 2026 Difokuskan Dekat Kampus untuk Perkuat Dampak bagi Masyarakat

KKN Tematik Universitas Mayasari Bakti
Sosialisasi KKN Tematik Universitas Mayasari Bakti yang dilaksanakan secara online, Selasa (14/7/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Ia menambahkan, program KKN Tematik merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus berada dalam pengawasan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV.

Pelaksanaan KKN Tematik juga mengacu pada Surat Edaran Dirjen Dikti Nomor 128/DST/B.B1/PR.06.01/2026 tentang Percepatan Pencapaian Target Pembangunan Nasional melalui Kuliah Kerja Nyata.

Program ini juga menjadi implementasi Permendikti Nomor 39 Tahun 2025 mengenai pemenuhan beban belajar mahasiswa di luar program studi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga:Setoran Ilegal Parkir di Kota Tasikmalaya Disorot DPRD, Dishub Diminta Buka 'Peta Uang' Pihak KetigaAI Job Matcher Disnaker Kota Tasikmalaya Diluncurkan, Pencari Kerja Tak Lagi Berburu Lowongan Secara Manual

Selain itu, KKN Tematik mendukung Gerakan GRADASI (Gotong Royong Akademisi Bersinar dan Berinovasi) serta memperkuat kolaborasi pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, industri, komunitas, dan masyarakat.

Pembekalan KKN menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Hj. Lusi Rosdianti, S.Pd., M.Pd. dari Dinas PPKBP3A Kota Tasikmalaya, Deviani Badrudin dari Rumah Ecoenzym, dr. Aditya Yudha Maulana, Sp.OG. dari Rumah Sakit Islam Hj. Siti Muniroh, serta M. Khaerul Ihsan dari Pegiat Bank Sampah Kota Tasikmalaya.

Dalam materinya, Hj. Lusi Rosdianti mendorong mahasiswa menjadi mitra pemerintah dalam menyosialisasikan perlindungan perempuan dan anak, termasuk memperkenalkan berbagai kanal pengaduan kepada masyarakat.

Ia menyebutkan, masyarakat dapat melaporkan dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui layanan SAPA 129, WhatsApp 08111129129, maupun layanan darurat Gerak Cepat 112 milik Pemerintah Kota Tasikmalaya.

“Kami berharap peserta KKN dapat membantu menyosialisasikan layanan-layanan tersebut sehingga masyarakat mengetahui ke mana harus melapor ketika menemukan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” harapnya.

Pendekatan UMB ini menjadi gambaran bahwa pengabdian masyarakat tidak selalu harus menjangkau wilayah yang jauh.

Terkadang, tantangan terbesar justru berada di lingkungan terdekat yang selama ini luput dari sentuhan.

Baca Juga:Cegah DBD dari Sekolah, Poltekkes Tasikmalaya Bentuk Siswa Pemantau Jentik di SukamahiDibayangi Defisit APBD Rp182 Miliar, Pemkot Tasikmalaya dan DPRD Sepakat Buka Kembali Program Prioritas

Kampus pun dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang benar-benar terasa di sekitar tempatnya berdiri. (rls/rezza rizaldi)

0 Komentar