Wisata Cipatuh di Tasikmalaya Mulai Ditinggalkan, Wakil Bupati Dorong Revitalisasi untuk Tingkatkan Kunjungan

Wisata Cipatuh Mulai Ditinggalkan
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi meninjau langsung Objek Wisata Cipatuh yang mulai terbengkalai, Rabu 8 Juli 2026. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai mengkaji langkah revitalisasi kawasan Pemandian Air Panas Cipatuh di wilayah utara Kabupaten Tasikmalaya yang berbatasan dengan kawasan Talaga Bodas, Kabupaten Garut.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi kawasan wisata yang selama ini mengalami penurunan akibat minimnya perawatan dan pengelolaan.

Komitmen itu ditunjukkan melalui kunjungan Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi ke lokasi beberapa waktu lalu.

Baca Juga:Perkuat Mitigasi Risiko Proyek, PT Askrindo dan Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Jalin Kerja SamaPangdam III/Siliwangi Beri Pengarahan kepada 2.211 Personel Satuan TP Tahap IV

Dalam peninjauan tersebut, politisi Gerindra ini melihat langsung kondisi objek wisata yang dahulu menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat, namun kini tampak kurang terawat. Sejumlah fasilitas terbengkalai sehingga mengurangi daya tarik kawasan wisata alam tersebut.

Asep mengatakan, kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang menyebabkan kawasan wisata tersebut tidak lagi berkembang.

“Saya bersama tim berada di kolam pemandian Cipanas Cipatuh di ujung utara Kabupaten Tasikmalaya yang berbatasan dengan Talaga Bodas, Garut. Dulu saya sering datang ke sini karena kolamnya sangat favorit. Air panasnya nyaman, tidak terlalu panas sehingga cocok untuk dinikmati pengunjung,” ujarnya.

Menurut Asep, kondisi Cipatuh saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Kawasan yang sebelumnya ramai dikunjungi kini sepi karena kurangnya perawatan dan lemahnya pengelolaan.

“Hari ini pemandian ini terbengkalai. Mungkin karena perawatan dan pengelolaannya sudah mulai ditinggalkan. Maka dari itu, saya hadir untuk melihat langsung persoalannya dan mencari langkah agar kawasan ini bisa kembali hidup,” katanya.

Asep menilai Cipatuh memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat apabila dikelola secara profesional.

Ia mengungkapkan, apabila kawasan tersebut berada dalam wilayah pengelolaan Perhutani, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya siap membangun komunikasi untuk menjalin kerja sama pengelolaan.

Baca Juga:DPRD Jabar Dukung Bandara Husein Beroperasi, Tapi BIJB Kertajati Harus Tetap OptimalBanggar DPRD Jabar Targetkan Pembahasan Ranperda P2APBD 2025 Rampung Tepat Waktu

“Kalaupun ini masuk wilayah Perhutani, kita akan meminta kerja sama dengan Perhutani bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya,” katanya.

Menurutnya, kerja sama itu juga dapat melibatkan pemerintah desa di sekitar kawasan sehingga manfaat ekonomi dari pengembangan wisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

0 Komentar