Rambut Putih Ketua KADIN!

kadin kota tasikmalaya
Apt. Asep Saepulloh, S.Farm., MPH., C.Ht., C.NLP., Ketua Kadin Kota Tasikmalaya. (IST)
0 Komentar

Ia kini memimpin KADIN Kota Tasikmalaya.

Tugas yang menurut pengakuannya justru membuatnya semakin sering berpikir.

“Beban terberat bukan memimpin organisasinya,” katanya.

“Tetapi bagaimana membuat organisasi ini benar-benar terasa manfaatnya.” Kalimat itu sederhana.

Namun sesungguhnya itulah penyakit banyak organisasi. Sering sibuk mengurus dirinya sendiri. Jarang sibuk mengurus anggotanya. Lebih sibuk membuat acara daripada menciptakan perubahan.

Kami lalu berbicara tentang UMKM. Tasik mungkin salah satu kota yang memiliki semangat berdagang paling tinggi.

Baca Juga:Rp3,6 Miliar untuk Mengolah Apa? Jangan Sampai Terjadi Kebakaran di TPA Ciangir!Mengubah Wajah Kabupaten Tasikmalaya Menjadi Ramah terhadap Pembangunan Infrastruktur

Warung muncul di gang-gang kecil. Kedai kopi tumbuh di hampir setiap sudut. Produk makanan lokal bermunculan. Anak-anak muda mulai menjual apa saja melalui media sosial. Energinya besar.

Tetapi sering berjalan sendiri-sendiri. Padahal kalau disatukan, ia bisa menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa.

Saya melihat Kang Asep termasuk orang yang optimistis. Optimisme itu bukan karena semua keadaan baik-baik saja.

Justru karena ia tahu banyak persoalan yang harus diselesaikan. Optimisme lahir ketika seseorang percaya bahwa masalah masih bisa diperbaiki.

Pesimisme lahir ketika orang berhenti mencoba. Yang menarik, latar belakangnya justru bukan murni dunia bisnis. Ia datang dari dunia kesehatan. Apoteker.

Lalu memperluas diri menjadi entrepreneur.

Belajar kepemimpinan. Coaching. Digital marketing. Pengembangan SDM. Mungkin itu sebabnya cara pandangnya cukup berbeda.

Ia melihat ekonomi bukan sekadar angka.

Tetapi manusia. Karena usaha kecil tidak hanya membutuhkan modal. Mereka membutuhkan pendampingan. Kepercayaan diri. Jejaring. Pasar. Dan pemimpin yang mau mendengar.

Baca Juga:Tasik: Kota Miskin, TPP Kaya!Kota Priiit… Priiit… Priiit!

Di akhir obrolan, saya teringat satu kalimat yang menjadi filosofi hidupnya. “Membangun bisnis yang kuat, memimpin dengan hati, menginspirasi untuk berbagi manfaat bagi banyak orang.” Kalimat itu mudah ditulis. Yang sulit adalah menjalaninya.

Kota Tasikmalaya hari ini memang tidak kekurangan slogan. Yang sering kurang adalah eksekutor. Kota ini tidak miskin ide.

Yang sering habis adalah keberanian untuk mengerjakannya secara konsisten.

Jika KADIN di bawah kepemimpinan Kang Asep mampu menjadi rumah kolaborasi—bukan sekadar tempat rapat, mampu menjadi penghubung antara pengusaha besar, UMKM, kampus, pemerintah, dan generasi muda—maka optimisme yang ia bawa mungkin bukan sekadar mimpi.

0 Komentar