RADARTASIK.ID – AC Milan memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Gerry Cardinale.
Setelah empat tahun dinilai terlalu jauh dari kehidupan sehari-hari klub, pemilik RedBird Capital itu kini memilih turun langsung memimpin proses kebangkitan Rossoneri.
Perubahan besar ini menjadi sinyal bahwa Milan tak lagi hanya berfokus pada keseimbangan finansial, tetapi juga mulai mengutamakan ambisi membangun kembali tim yang mampu bersaing di level tertinggi.
Baca Juga:Como Rekrut Yan Couto, Inter Ogah Naikkan Tawaran untuk KhalailiInter Milan Diminta Penuhi Permintaan Chivu: Jangan Abaikan Keinginan Pelatih
Cardinale ingin mengakhiri anggapan bahwa Milan hanyalah aset investasi semata, sekaligus membangun kembali budaya juara yang sempat memudar dalam beberapa musim terakhir.
Dalam hampir dua pekan terakhir, suasana di Casa Milan berubah drastis. Cardinale semakin sering berada di Milan dan terlibat langsung dalam berbagai keputusan penting.
Ia bahkan menyambut langsung pelatih baru Ruben Amorim di Milanello, kemudian untuk pertama kalinya sejak mengambil alih klub menghadiri konferensi pers resmi pelatih tersebut.
Langkah itu menjadi bukti bahwa Cardinale tidak lagi ingin menyerahkan seluruh urusan olahraga kepada para bawahannya.
Kini ia memilih berada di garis depan sebagai pengambil keputusan utama.
Musim lalu yang berakhir mengecewakan menjadi titik balik.
Hasil yang tidak sesuai harapan membuat Cardinale menyadari bahwa Milan membutuhkan sosok pemimpin yang lebih hadir, lebih aktif, dan lebih dekat dengan seluruh elemen klub, mulai dari manajemen, pelatih, hingga media.
Sejak melakukan perombakan besar pada 24 Mei lalu, termasuk mengakhiri kerja sama dengan jajaran staf teknis dan manajemen lama, Cardinale menggelar serangkaian rapat internal untuk mempercepat proses pembangunan ulang klub.
Baca Juga:Cardia Sindir Langkah AC Milan di Bursa Transfer: Belanja Besar Tak Menjamin KemenanganJurnalis Italia Sanjung Era Baru Juventus: Duet Carnevali dan Massara Mirip Marotta dan Paratici
Pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan kini dipadatkan hanya dalam hitungan pekan.
Target utama Milan adalah membangun organisasi yang lebih solid dengan komunikasi yang jauh lebih efektif.
Seluruh keputusan strategis kini berada di bawah pengawasan langsung sang pemilik.
Di sektor transfer, Milan juga mengubah pendekatan. Jika dalam beberapa musim terakhir Rossoneri identik dengan menunggu peluang murah menjelang penutupan bursa transfer, kini strategi tersebut mulai ditinggalkan.
Tim rekrutmen ingin memberikan sebagian besar pemain yang dibutuhkan Ruben Amorim sebelum kompetisi dimulai.
